Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Hari Berturut-turut

Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda kembali mengalami erupsi pada Jumat (9/10/2026) sore. Letusan yang terjadi pukul 16.17 WIB itu menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 250 meter di atas puncak gunung.

Informasi tersebut disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung melalui akun Instagram resminya, @bpbdlampung. Dalam laporan itu, tinggi kolom abu diperkirakan mencapai 407 meter di atas permukaan laut.

“Terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada hari Jumat, 09 Oktober 2026, pukul 16:17 WIB dengan tinggi kolom abu teramati +250 m di atas puncak (407 meter di atas permukaan laut),” tulis BPBD Lampung.

Kolom abu yang teramati berwarna kelabu, cokelat hingga hitam dengan intensitas tebal. Sebarannya dilaporkan mengarah ke utara. Berdasarkan pengamatan petugas, aktivitas erupsi masih berlangsung saat laporan disusun.

Erupsi tersebut terjadi setelah Gunung Anak Krakatau juga menunjukkan aktivitas vulkanik pada Kamis (8/10/2026) malam.

Pada pukul 18.28 WIB, letusan terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 46 milimeter. Durasi erupsi sementara tercatat sekitar empat menit 45 detik.

“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 46 mm dan durasi sementara ini kurang lebih empat menit 45 detik,” demikian keterangan BPBD Lampung.

Namun, tinggi kolom abu pada kejadian Kamis malam tidak dapat diamati secara visual dari pos pengamatan. Laporan petugas juga menyebut aktivitas erupsi masih berlangsung ketika pemantauan dilakukan.

Di tengah aktivitas tersebut, Gunung Anak Krakatau masih berada pada Status Level II atau Waspada. BPBD Lampung turut melaporkan pergerakan angin di sekitar gunung berkecepatan rendah hingga sedang, dengan arah menuju barat laut hingga utara.

BPBD mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pendaki untuk tidak memasuki kawasan berbahaya di sekitar gunung. Masyarakat juga diminta mengikuti informasi resmi serta mematuhi batas aman yang ditetapkan petugas.

Warga diminta tidak mendekati kawah aktif dalam radius minimal dua kilometer. Imbauan ini disampaikan untuk mengurangi risiko keselamatan di tengah aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung.

Tutup