Gubernur Bali Wayan Koster Sebut Wistawan Berkurang Karena Pesawat

Ilustrasi dalam pesawat.

Kunjungan wisatawan domestik ke Bali mengalami penurunan menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Salah satu penyebab utamanya adalah terbatasnya jumlah armada pesawat yang melayani rute menuju Pulau Dewata, sehingga berdampak pada keterbatasan kursi penerbangan.

Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan, berkurangnya armada pesawat nasional terjadi karena sebagian pesawat milik maskapai Garuda Indonesia dan Citilink tengah menjalani perawatan. Kondisi tersebut menyebabkan kapasitas penerbangan ke Bali menyusut signifikan.

“Karena jumlah pesawat yang berkurang, kursi penerbangan ke Bali penuh terus. Ini berdampak langsung pada jumlah wisatawan yang bisa masuk,” kata Wayan Koster, Senin (29/12/2025).

Hasil pengecekan Pemerintah Provinsi Bali di Bandara I Gusti Ngurah Rai menunjukkan, armada Garuda Indonesia yang biasanya mengoperasikan 11 pesawat kini hanya tersisa sembilan unit. Sementara Citilink mengalami penurunan lebih tajam, dari 11 pesawat menjadi hanya enam unit selama periode libur akhir tahun.

Kondisi tersebut dinilai tidak hanya berdampak pada mobilitas penumpang, tetapi juga mulai dirasakan oleh pelaku industri pariwisata, seperti hotel, restoran, dan pelaku UMKM yang menggantungkan pendapatan dari wisatawan domestik.

Pelaku usaha pariwisata menyebut wisatawan lokal selama ini menjadi penyangga utama tingkat hunian hotel, terutama di luar musim kunjungan wisatawan mancanegara. Penurunan jumlah penerbangan berpotensi menekan perputaran ekonomi daerah.

Pemerintah Provinsi Bali pun mendorong maskapai nasional dan pemerintah pusat untuk segera mencari solusi, termasuk percepatan perawatan pesawat atau penambahan armada sementara, agar konektivitas udara ke Bali tetap terjaga.

“Konektivitas penerbangan sangat krusial bagi Bali. Jika ini dibiarkan berlarut, dampaknya bukan hanya pada pariwisata, tetapi juga pada ekonomi masyarakat secara luas,” tegas Koster.

Tutup