Flores NTT Diguncang Gempa M7,7, Tim SAR Dikerahkan
Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Bencana tersebut menimbulkan korban jiwa dan kerusakan di sejumlah wilayah.
Hingga Sabtu pukul 18.30 WITA, sedikitnya 38 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 40 lainnya mengalami luka-luka. Data tersebut merupakan hasil pendataan sementara Badan SAR Nasional (Basarnas) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Gempa utama dilaporkan berpusat di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Guncangan kuat dirasakan di sejumlah wilayah Flores, termasuk Sikka, Ende, Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, hingga Manggarai Barat.
Dampak paling parah dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Flores bagian tengah dan barat. Korban meninggal tercatat di beberapa kabupaten, antara lain Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Ende, dan Manggarai Barat.
Selain korban jiwa, satu warga masih dilaporkan tertimbun reruntuhan bangunan. Tim gabungan pun terus melakukan pencarian dan evakuasi di sejumlah lokasi yang terdampak.
Sementara itu, 40 warga mengalami luka-luka, mulai dari luka ringan hingga berat. Para korban kini mendapatkan penanganan di rumah sakit maupun posko kesehatan darurat yang didirikan di wilayah terdampak.
Gempa juga membuat lebih dari 2.000 warga mengungsi ke lokasi yang dianggap lebih aman. Sebagian warga memilih meninggalkan rumah dan berkumpul di area terbuka maupun dataran yang lebih tinggi setelah sempat muncul peringatan dini tsunami pascagempa utama.
Kerusakan bangunan dilaporkan terjadi di berbagai wilayah. Ratusan rumah warga, fasilitas umum, sekolah, rumah ibadah, hingga sejumlah infrastruktur transportasi terdampak.
Di Kabupaten Sikka, kerusakan juga dilaporkan terjadi di Pelabuhan L. Say Maumere. Kondisi tersebut sempat mengganggu aktivitas perhubungan di kawasan tersebut.
Tim Gabungan Dikerahkan
Pemerintah Provinsi NTT bersama TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan relawan terus melakukan penanganan terhadap korban dan warga terdampak.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan koordinasi dilakukan untuk mempercepat proses evakuasi sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak dapat segera dipenuhi.
Pemerintah daerah juga tengah memproses penetapan status bencana daerah tingkat provinsi. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat mobilisasi personel, peralatan, logistik, serta alat berat untuk menangani dampak gempa.
Kantor SAR Maumere turut mengerahkan personel penyelamat dan KN SAR Puntadewa untuk mendukung proses pencarian serta evakuasi korban, terutama di lokasi yang mengalami kerusakan bangunan.
TNI dan sejumlah instansi terkait juga mulai menyalurkan bantuan melalui jalur darat, laut, dan udara ke wilayah yang terdampak.
Warga Diminta Waspadai Gempa Susulan
Di tengah proses penanganan bencana, masyarakat di Flores dan wilayah sekitarnya diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Warga yang rumahnya mengalami kerusakan atau terlihat retak diminta tidak kembali memasuki bangunan sebelum dinyatakan aman oleh petugas.
Masyarakat juga diimbau tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan mengikuti perkembangan situasi melalui kanal resmi BMKG, BNPB, serta BPBD setempat.




