Di Balik Narasi Ekonomi Kuat, Rupiah Indonesia Dinilai Rentan Melemah

Ilustrasi uang.

Nilai tukar rupiah disebut masih menghadapi tekanan serius di tengah ketidakpastian global yang belum menunjukkan tanda mereda. Bahkan, dalam skenario terburuk, rupiah diperkirakan berpotensi melemah tajam hingga mendekati Rp20.000 per dolar Amerika Serikat dalam waktu relatif singkat.

Pandangan tersebut disampaikan oleh Anthony Budiawan dalam konferensi pers yang digelar Senin (23/3/2026). Ia menilai optimisme terhadap kekuatan ekonomi Indonesia saat ini perlu disikapi secara lebih hati-hati.

Menurutnya, narasi yang menyebut fundamental ekonomi Indonesia kuat cenderung membuat publik terlena. Padahal, kondisi tersebut belum tentu mencerminkan situasi riil yang dihadapi perekonomian nasional, terutama dalam menghadapi tekanan eksternal.

“Indonesia terlena atau tepatnya, diterlena oleh narasi bahwa ekonomi Indonesia kuat, cadangan devisa besar, mencapai lebih dari 150 miliar dolar AS, dan struktur utang aman karena didominasi tenor jangka panjang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, meskipun cadangan devisa Indonesia tergolong tinggi—menembus lebih dari 150 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp2.400 triliun—hal tersebut belum menjadi jaminan bahwa rupiah sepenuhnya aman dari gejolak global.

Tekanan eksternal seperti penguatan dolar AS, ketidakstabilan geopolitik, hingga perubahan kebijakan moneter negara maju dinilai dapat dengan cepat memengaruhi nilai tukar rupiah. Dalam situasi tersebut, pelemahan bisa terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan.

Anthony juga menyoroti bahwa struktur utang jangka panjang memang memberikan ruang stabilitas, namun tetap menyisakan risiko jika tidak diimbangi dengan penguatan sektor riil dan peningkatan daya tahan ekonomi domestik.

Ia menekankan pentingnya kewaspadaan pemerintah dan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas rupiah, termasuk melalui kebijakan yang adaptif terhadap dinamika global.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa persepsi positif semata tidak cukup untuk menjaga nilai tukar. Dibutuhkan langkah konkret untuk memperkuat fundamental ekonomi agar tidak mudah terguncang oleh faktor eksternal.

Tutup