China Kecam Serangan ke Pasukan PBB di Lebanon
Pemerintah China menyampaikan kecaman keras atas serangan yang menargetkan pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon.
Insiden tersebut dilaporkan menewaskan prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian internasional dalam beberapa hari terakhir.
Serangan terjadi di wilayah operasi United Nations Interim Force in Lebanon di Lebanon Selatan, kawasan yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi titik panas akibat eskalasi konflik antara Israel dan kelompok milisi Hizbullah.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menegaskan bahwa negaranya mengecam segala bentuk serangan terhadap personel penjaga perdamaian, yang seharusnya dilindungi dalam hukum internasional.
“China mengutuk keras serangan mematikan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB. Kami menyampaikan belasungkawa mendalam kepada korban serta simpati kepada para personel yang terluka,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (30/3/2026).
Meski tidak secara spesifik menyebut pihak yang bertanggung jawab, China menekankan pentingnya perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian yang bertugas menjaga stabilitas kawasan konflik.
Lebih lanjut, Beijing mendesak seluruh pihak yang terlibat konflik untuk segera menahan diri dan menurunkan eskalasi ketegangan yang berpotensi memperburuk situasi keamanan di kawasan tersebut.
“Semua pihak harus mengambil langkah konkret untuk menjamin keselamatan pasukan penjaga perdamaian,” tegas Mao Ning.




