Bakom RI Asal Klaim Nama, Sejumlah Homeless Media Keberatan

Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari.

Klaim Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI yang menyebut telah menjalin kemitraan dengan sejumlah homeless media memicu polemik luas. Sejumlah akun media tersebut yang namanya disebut dalam forum resmi pemerintah justru ramai-ramai membantah tidak pernah terlibat ataupun bergabung dalam kerja sama tersebut.

Polemik bermula saat Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari, dalam konferensi pers Rabu (6/5), menyampaikan bahwa lembaganya telah menggandeng pelaku “new media” yang tergabung dalam Indonesia New Media Forum (INMF). Menurutnya, kolaborasi itu dilakukan sebagai strategi memperluas komunikasi publik di ruang digital.

Dalam kesempatan itu, Qodari menyebut puluhan nama media dan akun digital populer, mulai dari Narasi, Indozone, Dagelan, USS Feed, GNFI, hingga akun komunitas seperti Bapak2id dan Menjadi Manusia. Ia menyebut forum tersebut sebagai transformasi dari istilah “homeless media” menuju ekosistem media baru.

“New Media Forum ini wadah kolaborasi dari beberapa pelaku new media. Dulu dikenal dengan istilah homeless media, tapi teman-teman bertransformasi menjadi new media,” ujar Qodari dalam konferensi pers.

Namun, pernyataan tersebut langsung menuai reaksi keras dari sejumlah pihak yang namanya dicatut. Beberapa media bahkan merilis klarifikasi resmi melalui akun Instagram masing-masing untuk menegaskan bahwa mereka tidak memiliki hubungan ataupun kemitraan dengan Bakom RI.

Narasi menjadi salah satu pihak yang paling tegas membantah. Melalui akun @narasinewsroom, mereka menegaskan tidak pernah bergabung dalam INMF, tidak menghadiri konferensi pers Bakom, serta tidak mengetahui agenda tersebut sebelumnya.

Narasi juga menegaskan posisinya sebagai media resmi yang telah terdaftar dan terverifikasi di Dewan Pers. Mereka menekankan seluruh aktivitas jurnalistik dijalankan berdasarkan Kode Etik Jurnalistik.

“Narasi beroperasi sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik yang tercantum pada situs resmi Dewan Pers,” tulis akun tersebut.

Bantahan serupa disampaikan akun Ngomongin Uang. Tim redaksi menegaskan tidak pernah menerima undangan, menghadiri pertemuan, ataupun menjalin komunikasi dengan Bakom RI, baik secara langsung maupun digital.

“Tim Ngomongin Uang tidak pernah menerima undangan, menghadiri pertemuan, maupun melakukan komunikasi dengan Badan Komunikasi Pemerintah,” tulis akun @ngomonginuang dalam klarifikasinya.

Sementara itu, akun Bapak2id memilih merespons dengan gaya santai khas mereka. Meski demikian, substansi klarifikasinya tetap tegas: mereka membantah terlibat dalam forum maupun agenda pemerintah yang dimaksud.

“Kami kaget nama kami tiba-tiba muncul. Kami tidak ikut forum tersebut dan tidak tahu-menahu soal acara itu,” tulis akun tersebut.

Di tengah gelombang bantahan, ada pula pihak yang memberikan klarifikasi dengan konteks berbeda. Big Alpha dan Menjadi Manusia mengakui memang tergabung dalam INMF. Namun keduanya menegaskan forum tersebut merupakan komunitas independen yang dibentuk sebagai ruang kolaborasi ekosistem digital, bukan bagian dari program pemerintah.

Mereka juga membantah keras narasi bahwa anggota INMF direkrut untuk menyampaikan program-program negara. Kedua media itu memastikan tetap berdiri sebagai platform independen yang menjaga objektivitas dan nilai editorial masing-masing.

“Tidak benar bahwa Big Alpha direkrut oleh Bakom untuk menjadi mitra dalam menyampaikan atau menjalankan program-program pemerintah,” tulis akun @bigalphaid.

Sementara Menjadi Manusia menegaskan bahwa mereka akan tetap berpijak pada nilai kemanusiaan dan independensi media.

“Menjadi Manusia adalah media independen dan selamanya berdiri dengan nilai-nilai kemanusiaan yang penting untuk disuarakan,” tulis akun @menjadimanusia.id.

Tutup