Anggaran APBD Rp50 Juta untuk Kunjungan DWP Tulungagung
Penggunaan anggaran APBD sebesar Rp50 juta untuk kegiatan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Tulungagung di Wonosobo, Jawa Tengah, menuai sorotan. Perjalanan yang berlangsung pada 19–21 Oktober 2026 itu disebut sebagai agenda studi referensi, meski rangkaian kegiatannya juga mencakup kunjungan ke sejumlah destinasi wisata dan pusat kuliner.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung, Makrus Manan, membenarkan bahwa kegiatan tersebut memang dilaksanakan. Ia menegaskan, perjalanan itu tidak semata-mata bertujuan untuk berwisata.
“Itu kegiatan studi referensi yang dilaksanakan pada 19–21 Oktober 2026 lalu,” ujar Makrus, Minggu (25/10/2026).
Dalam rangkaian perjalanan tersebut, rombongan DWP mengunjungi sejumlah lokasi, di antaranya Pintu Langit, Kawah Sikidang, dan Telaga Menjer. Agenda lainnya meliputi kegiatan kuliner di Solo serta kunjungan ke pusat oleh-oleh.
Penyelenggara menyebut kegiatan itu ditujukan untuk mendukung pengembangan organisasi dan memperluas jejaring antarpengurus DWP dengan daerah lain. Namun, penjelasan mengenai tujuan kegiatan tersebut memunculkan pertanyaan tentang keterkaitan agenda perjalanan dengan studi referensi yang diklaim menjadi dasar pelaksanaannya.
Sejumlah akademisi turut mempertanyakan manfaat konkret dari kegiatan tersebut. Mereka menyoroti pentingnya hasil yang terukur, seperti pengetahuan baru, program kerja, atau praktik baik yang dapat diterapkan untuk pengembangan DWP di Kabupaten Tulungagung.
Studi referensi pada dasarnya dapat menjadi sarana pembelajaran organisasi. Meski demikian, manfaatnya perlu dijelaskan melalui materi yang dipelajari, hasil evaluasi, serta tindak lanjut setelah kegiatan selesai.
Sorotan juga tertuju pada penggunaan anggaran daerah sebesar Rp50 juta. Transparansi dinilai penting agar masyarakat dapat mengetahui bagaimana dana tersebut direncanakan dan direalisasikan, termasuk untuk transportasi, akomodasi, konsumsi, serta kebutuhan kegiatan lainnya.
Hingga informasi yang disampaikan dalam pemberitaan ini, belum terdapat rincian komponen pengeluaran maupun penjelasan terperinci mengenai hasil studi referensi yang diperoleh rombongan.




