Aroma Parfum Bisa Memperkuat Gaya Penampilan

Hari kelima Event Jakarta Fashion Week di Pondok Indah Mall 3, Jakarta. Foto: Ramadhan/Terkenal.co.id

Penampilan tidak hanya ditentukan oleh busana yang dikenakan, tetapi juga aroma parfum yang menyertainya. Perpaduan keduanya dapat menjadi cara untuk mengekspresikan karakter, membangun kesan tertentu, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Marketing Manager Personal Care Category WINGS Group Indonesia, Mita Ardiani, mengatakan penggunaan parfum dapat menjadi bagian dari rutinitas sederhana untuk membuat seseorang merasa lebih istimewa.

Hal tersebut disampaikannya dalam konferensi pers Jakarta Fashion Week (JFW) 2026 di Jakarta. Menurut Mita, parfum tidak harus digunakan hanya saat menghadiri acara penting, tetapi juga dapat menjadi pelengkap penampilan sehari-hari.

Mita menjelaskan, setiap perempuan memiliki karakter dan keunikan masing-masing. Pilihan aroma parfum pun dapat menjadi salah satu cara untuk menunjukkan kepribadian sekaligus menghadirkan kesan yang ingin ditampilkan kepada orang lain.

Karakter aroma yang berbeda dapat memberikan nuansa tersendiri. Wewangian dengan sentuhan bunga, misalnya, dapat menghadirkan kesan feminin dan memikat. Sementara itu, perpaduan aroma woody ambery dengan musk dan orange blossom menawarkan nuansa lembut sekaligus berkelas.

Adapun kombinasi orange blossom, mandarin, bunga jeruk, hingga vanila dapat memberikan kesan hangat dan glamor. Pilihan tersebut bisa disesuaikan dengan karakter pribadi maupun suasana yang ingin dibangun melalui penampilan.

Desainer Ingrid Husodo menilai perpaduan parfum dan busana dapat menjadi bentuk ekspresi diri yang membuat seseorang tampil menonjol dengan caranya sendiri.

Menurut Ingrid, pemilihan wewangian tidak harus mengikuti tren semata. Setiap individu dapat mempertimbangkan aroma yang sesuai dengan kebutuhan, karakter, maupun pengalaman pribadi yang memiliki makna khusus.

Pandangan serupa disampaikan desainer Studio Vian, Vivian Marzuki. Ia menilai pemilihan parfum dapat diselaraskan dengan tema busana yang akan dikenakan agar keseluruhan penampilan terasa lebih harmonis.

Sebagai contoh, busana dengan aksen berkilau yang ditujukan untuk menghadirkan kesan elegan dapat dipadukan dengan parfum beraroma ambery. Aroma tersebut dapat menjadi pelengkap gaya, terutama ketika seseorang ingin menampilkan kesan mewah dan berkelas.

Pada akhirnya, memadukan parfum dengan busana bukan sekadar mengikuti aturan tertentu. Pilihan aroma dan gaya berpakaian dapat disesuaikan dengan kenyamanan serta karakter masing-masing, sehingga penampilan terasa lebih personal dan mencerminkan jati diri pemakainya.

Tutup