IHSG Menghijau, 406 Saham Berakhir Melemah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Rabu, 28 Oktober 2026, di zona hijau meski mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami pelemahan. Pada saat yang sama, BEI mengumumkan keputusan pembagian dividen khusus senilai Rp1,564 triliun melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2026.
Berdasarkan data perdagangan BEI, IHSG ditutup pada level 5.282 atau naik 16 poin setara 0,31 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Namun, penguatan indeks tersebut tidak mencerminkan kondisi mayoritas saham yang diperdagangkan.
Sebanyak 406 saham berakhir melemah, sedangkan 272 saham menguat dan 112 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual masih mendominasi perdagangan meskipun indeks utama mampu bertahan di teritori positif.
Pelemahan terdalam terjadi pada sektor infrastruktur yang turun 2,13 persen. Sektor energi menyusul dengan penurunan 1,33 persen, sementara sektor barang konsumen siklikal terkoreksi 0,66 persen.
Di sisi lain, beberapa sektor berhasil mencatatkan penguatan. Sektor kesehatan naik 1,71 persen, sektor keuangan menguat 0,80 persen, dan sektor transportasi bertambah 0,31 persen.
Dari sisi aktivitas transaksi, investor memperdagangkan sekitar 32 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp15 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,5 juta kali transaksi, sedangkan kapitalisasi pasar BEI berada di angka Rp9.273 triliun.
Di luar dinamika pasar saham, BEI juga menggelar RUPSLB Tahun 2026. Salah satu keputusan penting dalam rapat tersebut adalah persetujuan penggunaan saldo laba ditahan berdasarkan laporan keuangan auditan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026.
Dari saldo tersebut, BEI menetapkan alokasi Rp1,564 triliun untuk pembagian dividen khusus kepada pemegang saham. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyebut pembagian dividen tersebut sebagai yang pertama dalam sejarah perseroan.
Jeffrey menjelaskan, dividen tunai diberikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham BEI per 27 Oktober 2026. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers yang digelar secara virtual.
Selain pembagian dividen, pemegang saham juga menyetujui alokasi Rp2 triliun dari saldo laba ditahan untuk dana cadangan operasional dan pengembangan perseroan. Dengan keputusan tersebut, sebagian saldo laba ditahan digunakan untuk memberikan dividen, sementara sebagian lainnya disiapkan untuk mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan BEI.



