Rumah Lebih Rapi saat Weekend, Coba 5 Langkah Ini
Barang menumpuk di lemari, buku yang tidak lagi dibaca, hingga perlengkapan rumah tangga yang jarang digunakan bisa membuat ruangan terasa penuh. Akhir pekan dapat menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kembali barang-barang tersebut tanpa harus menghabiskan waktu seharian untuk membersihkan seluruh rumah.
Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah metode KonMari dari Marie Kondo. Metode ini mengutamakan pemilahan barang berdasarkan kategori, bukan dengan membereskan ruangan satu per satu. Tujuannya bukan hanya menciptakan rumah yang rapi, tetapi juga membantu pemiliknya lebih sadar terhadap barang yang benar-benar ingin dipertahankan.
Konsep spark joy menjadi salah satu prinsip yang dikenal dari metode ini. Seseorang diajak mempertimbangkan apakah suatu barang memberikan rasa senang ketika dimiliki. Untuk benda yang memiliki fungsi praktis, kegunaan dan kebutuhan sehari-hari juga dapat menjadi pertimbangan.
Berdasarkan panduan resmi KonMari, proses berbenah dimulai dengan membayangkan gaya hidup ideal yang ingin dicapai. Selanjutnya, pemilahan dilakukan secara berurutan, mulai dari pakaian, buku, komono atau barang kebutuhan sehari-hari, hingga barang sentimental.
Agar kegiatan akhir pekan tidak terasa melelahkan, berikut lima langkah yang bisa diterapkan untuk mulai menata rumah menggunakan metode KonMari.
1. Tentukan Tujuan Sebelum Mulai Berbenah
Sebelum mengeluarkan barang dari lemari atau rak, tentukan terlebih dahulu kondisi rumah yang ingin diwujudkan. Misalnya, ingin memiliki lemari pakaian yang lebih lapang, meja kerja yang tidak dipenuhi barang, atau dapur dengan perlengkapan yang mudah dijangkau.
Tujuan yang jelas membantu proses pemilahan menjadi lebih terarah. Kamu juga bisa menentukan area yang akan dikerjakan terlebih dahulu agar tidak tergoda membongkar seluruh rumah sekaligus.
Tidak perlu menargetkan semua pekerjaan selesai dalam satu hari. Fokus pada satu kategori atau area yang paling membutuhkan perhatian.
2. Kumpulkan Barang Berdasarkan Kategori
Metode KonMari mendorong proses pemilahan berdasarkan jenis barang. Jika ingin menata pakaian, misalnya, kumpulkan pakaian dari berbagai tempat penyimpanan agar jumlah dan kondisinya terlihat lebih jelas.
Cara serupa bisa diterapkan pada buku, perlengkapan dapur, alat tulis, dan barang sehari-hari lainnya. Dengan mengumpulkan barang sejenis, kamu dapat mengetahui apakah ada barang yang jumlahnya berlebihan atau memiliki fungsi serupa.
Setelah semuanya terkumpul, periksa satu per satu sebelum memutuskan barang mana yang akan dipertahankan.
3. Pilih Barang yang Masih Dibutuhkan
Saat memilah, pertimbangkan fungsi, kondisi, frekuensi penggunaan, dan nilai pribadi dari setiap barang. Pakaian yang masih nyaman digunakan atau peralatan yang menunjang aktivitas sehari-hari tentu memiliki alasan untuk dipertahankan.
Sebaliknya, barang yang tidak lagi digunakan dapat dipertimbangkan untuk dilepaskan. Jika kondisinya masih baik, kamu bisa menyumbangkan atau memberikannya kepada orang yang membutuhkan. Barang rusak dapat dipilah untuk didaur ulang apabila fasilitasnya tersedia.
Untuk benda sentimental, seperti foto, surat, atau hadiah dari orang terdekat, luangkan waktu lebih banyak. Tidak perlu terburu-buru mengambil keputusan jika barang tersebut memiliki arti khusus.
4. Berikan Tempat Khusus untuk Setiap Barang
Setelah proses pemilahan selesai, atur barang yang dipertahankan agar mudah ditemukan dan dikembalikan setelah digunakan. Penyimpanan yang sederhana sering kali lebih mudah dipertahankan daripada sistem yang terlalu rumit.
Pakaian, misalnya, dapat dilipat secara vertikal agar isi laci terlihat dengan jelas. Sementara itu, perlengkapan dapur dan alat kerja bisa dikelompokkan sesuai fungsi atau frekuensi penggunaannya.
Hindari membeli terlalu banyak kotak penyimpanan sebelum mengetahui kebutuhan sebenarnya. Prioritaskan pemanfaatan ruang yang sudah tersedia dan pastikan setiap barang memiliki tempat yang masuk akal.
5. Buat Jadwal yang Realistis
Berbenah tidak harus menjadi pekerjaan besar yang menghabiskan seluruh waktu libur. Sisihkan waktu sekitar satu hingga dua jam untuk satu kategori, lalu lanjutkan pada kesempatan berikutnya jika masih ada pekerjaan tersisa.
Kamu juga bisa melibatkan anggota keluarga agar tanggung jawab menjaga kerapian tidak hanya dibebankan kepada satu orang. Setiap penghuni rumah dapat mengurus barang pribadinya, sementara area bersama ditata berdasarkan kesepakatan.
Setelah selesai, biasakan mengembalikan barang ke tempat semula. Kebiasaan sederhana ini membantu menjaga hasil berbenah tanpa harus mengulang proses pemilahan besar dalam waktu dekat.
Berbenah untuk Membentuk Kebiasaan yang Lebih Teratur
Metode KonMari bukan sekadar cara menata barang agar rumah terlihat menarik. Prosesnya juga memberi kesempatan untuk mengevaluasi kebiasaan menggunakan dan membeli barang.
Ketika mengetahui apa yang sudah dimiliki, seseorang dapat lebih mempertimbangkan kebutuhan sebelum berbelanja. Hal ini berpotensi mengurangi pembelian impulsif dan penumpukan barang yang jarang digunakan.
Lingkungan yang lebih teratur juga dapat membuat aktivitas harian terasa lebih praktis karena barang lebih mudah ditemukan. Meski begitu, berbenah bukan jaminan untuk mengatasi masalah kesehatan mental. Manfaat yang dirasakan setiap orang dapat berbeda, bergantung pada kondisi rumah dan kebiasaan masing-masing.
Mengisi akhir pekan dengan metode KonMari bisa dimulai dari langkah sederhana, seperti memilah pakaian atau menata rak buku. Tidak perlu mengejar rumah yang sempurna. Yang terpenting adalah menciptakan ruang yang sesuai dengan kebutuhan dan membangun kebiasaan menjaga keteraturan secara konsisten.



