6 Reality Show Dating di Netflix yang Seru untuk Ditonton
Kisah mencari pasangan, membangun kepercayaan, hingga mempertahankan hubungan selalu punya daya tarik tersendiri. Itulah yang membuat reality show di Netflix bertema percintaan menarik untuk diikuti. Penonton tidak hanya disuguhkan momen romantis, tetapi juga konflik, kecanggungan saat berkencan, hingga keputusan sulit yang harus diambil para pesertanya.
Beragam tayangan menghadirkan konsep berbeda untuk mengeksplorasi hubungan manusia. Ada yang mempertemukan peserta dengan rentang usia yang jauh, mengikuti perjalanan cinta para lajang yang belum pernah berpacaran, hingga mempertemukan pasangan yang sedang berada di ambang perpisahan.
Jika sedang mencari tontonan untuk menemani waktu santai, berikut enam reality show bertema dating dan hubungan yang menawarkan cerita serta dinamika berbeda.
1. Age of Attraction
Apakah perbedaan usia menjadi penghalang ketika dua orang memiliki kecocokan? Pertanyaan tersebut menjadi dasar eksperimen kencan dalam Age of Attraction.
Acara ini mempertemukan peserta berusia 22 hingga 60 tahun untuk mencari tahu apakah hubungan dapat berkembang tanpa menjadikan usia sebagai pertimbangan utama. Para peserta diberi kesempatan mengenal satu sama lain dan melihat apakah ketertarikan yang muncul dapat berkembang menjadi hubungan romantis.
Nick Viall dan Natalie Joy bertugas sebagai pembawa acara sekaligus memandu perjalanan para peserta. Melalui konsepnya, serial ini mengajak penonton melihat bagaimana perbedaan usia dapat memengaruhi ketertarikan, komunikasi, dan harapan dalam sebuah hubungan.
2. Badly in Love
Reality show asal Jepang ini mengangkat kisah 11 lajang yang memiliki latar belakang kehidupan penuh gejolak. Mereka dikenal sebagai yankii, istilah yang merujuk pada subkultur anak muda Jepang dengan citra kenakalan dan pemberontakan.
Selama 14 hari, para peserta tinggal bersama dan menjalani proses untuk mengenal satu sama lain. Di tengah karakter serta pengalaman masa lalu yang beragam, mereka diajak menghadapi persoalan kejujuran, kerentanan emosional, dan pencarian cinta.
Produser MEGUMI menyebut jangkauan penonton internasional sebagai salah satu hal bermakna dari serial tersebut. Menurutnya, budaya yankii yang dianggap sangat khas Jepang kini dapat dikenal oleh penonton di berbagai negara.
3. Better Late Than Single
Bagi sebagian orang, pengalaman berkencan datang sejak usia muda. Namun, ada pula orang dewasa yang belum pernah menjalin hubungan romantis. Kondisi inilah yang menjadi fokus Better Late Than Single.
Serial ini mengikuti perjalanan para lajang yang dikenal dengan istilah Korea motae-solo, yakni orang yang belum pernah memiliki pengalaman berpacaran. Mereka mendapat pendampingan dari sejumlah pakar hubungan atau cupid experts untuk memahami dunia kencan.
Seo In-guk, Kang Hanna, Lee Eun-ji, dan Car, the Garden hadir memberikan arahan selama proses tersebut. Penonton juga diajak menyaksikan pengalaman kencan pertama para peserta, termasuk momen canggung, kesalahpahaman, dan usaha mereka membangun kedekatan.
Dengan pendekatan yang ringan, acara ini memperlihatkan bahwa memulai hubungan tidak selalu mudah, terutama bagi mereka yang baru pertama kali menjalaninya.
4. How to Stay Married
Memulai hubungan mungkin terasa menyenangkan, tetapi mempertahankannya membutuhkan usaha yang tidak sedikit. Persoalan tersebut menjadi inti dari serial asal Inggris, How to Stay Married.
Terinspirasi dari serial YouTube yang viral, acara ini mengikuti tujuh pasangan muda yang sedang menghadapi masalah serius dalam hubungan mereka. Setiap pasangan bertemu dengan terapis hubungan berpengalaman, Karen Doherty, untuk membicarakan persoalan yang selama ini menghambat hubungan mereka.
Selama delapan episode, para pasangan berusaha menghadapi berbagai persoalan, mulai dari kekecewaan yang menumpuk, keraguan terhadap komitmen, konflik keuangan, hingga perselingkuhan berulang.
Melalui sesi konseling dan percakapan terbuka, mereka mencoba memahami akar masalah serta menentukan langkah selanjutnya. Serial ini menghadirkan gambaran bahwa mempertahankan hubungan bukan hanya soal perasaan, tetapi juga komunikasi, tanggung jawab, dan kesediaan untuk berubah.
5. The Boyfriend
Mengambil latar sebuah kota pesisir di Jepang, The Boyfriend mengikuti sembilan pria lajang yang tinggal bersama selama musim panas di sebuah rumah bernama Green Room.
Serial ini dikenal sebagai reality show romansa sesama jenis pertama di Jepang. Selama 10 episode, para peserta tidak hanya berusaha membangun hubungan romantis, tetapi juga mengelola kedai kopi bersama dan menjalani kehidupan sehari-hari.
Kebersamaan tersebut memberi mereka ruang untuk membentuk persahabatan, mengenali perasaan, dan memahami satu sama lain. Seiring berjalannya waktu, hubungan yang terjalin menghadirkan pengalaman tentang cinta pertama, kedekatan emosional, hingga patah hati.
Berbeda dari acara kencan yang berfokus pada persaingan, The Boyfriend turut menyoroti proses membangun koneksi dan keintiman dalam lingkungan yang lebih santai.
6. Dated & Related
Mencari pasangan sudah cukup menantang, tetapi bagaimana jika saudara sendiri ikut berada di lokasi yang sama? Konsep unik tersebut diangkat dalam Dated & Related.
Acara ini mempertemukan tujuh pasangan kerabat di sebuah vila di Prancis. Pesertanya berasal dari latar belakang berbeda, termasuk saudara kembar asal Inggris, sepupu Italia dari New Jersey, serta saudara kembar keturunan Iran.
Mereka berusaha menemukan pasangan yang cocok sekaligus menghadapi dinamika ketika anggota keluarga ikut menyaksikan perjalanan romantis masing-masing. Kehadiran saudara dapat menjadi sumber dukungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan situasi canggung saat urusan perasaan mulai rumit.
Selain mencari pasangan, para peserta juga berkesempatan memperebutkan hadiah sebesar 100.000 dolar AS. Perpaduan pencarian cinta, hubungan keluarga, dan kompetisi membuat acara ini menawarkan dinamika yang berbeda dari reality show kencan pada umumnya.
Keenam tayangan tersebut menunjukkan bahwa perjalanan cinta tidak selalu berlangsung mulus. Perbedaan usia, pengalaman masa lalu, komunikasi, hingga keterlibatan keluarga dapat membentuk dinamika hubungan yang beragam.
Di balik hiburan dan konflik yang disajikan, setiap serial menghadirkan sudut pandang berbeda tentang cara manusia mencari kedekatan, menghadapi persoalan, dan memahami apa yang mereka inginkan dari sebuah hubungan.



