Gaya Klasik Putri Marino dengan Setelan Hitam Chanel
Putri Marino membawa kabar membanggakan dari industri perfilman Asia setelah meraih penghargaan Face of Asia dalam ajang Marie Claire Asia Star Awards 2026 di Busan, Korea Selatan. Penghargaan tersebut menjadi pencapaian baru bagi aktris Indonesia itu sekaligus menambah rekam jejaknya di panggung perfilman regional.
Tak hanya prestasinya, penampilan Putri dalam acara tersebut juga menarik perhatian. Ia memilih setelan hitam dari rumah mode Prancis, Chanel, yang terdiri dari blazer dan midi skirt. Perpaduan busana bernuansa monokrom itu menghadirkan kesan formal dan elegan tanpa mengandalkan warna mencolok maupun ornamen berlebihan.
Penghargaan Face of Asia diberikan kepada aktor muda yang dinilai merepresentasikan serta berkontribusi terhadap perkembangan perfilman Asia. Pengakuan ini menyoroti peran para pelaku industri dalam membawa cerita dan karakter dari kawasan Asia kepada penonton yang lebih luas.
Bagi Putri, penghargaan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan kariernya. Ia hadir dengan gaya yang sejalan dengan suasana acara, mengandalkan potongan busana yang tegas dan detail klasik untuk membangun penampilan yang berkarakter.
Setelan Hitam Chanel dengan Siluet Klasik
Blazer menjadi bagian utama yang membentuk karakter penampilan Putri. Potongannya yang terstruktur memberikan kesan rapi, sementara tekstur material membuat busana hitam tersebut tidak terlihat monoton.
Detail garis putih di bagian bawah blazer memberikan kontras yang halus. Aksen tersebut mempertegas bentuk busana sekaligus menambahkan sentuhan feminin pada tampilan yang didominasi warna hitam.
Putri kemudian memadukannya dengan midi skirt hitam yang memiliki panjang di bawah lutut. Siluet rok tersebut menciptakan tampilan yang proporsional dan anggun, sesuai untuk menghadiri acara penghargaan internasional.
Logo Chanel pada bagian rok turut memperlihatkan identitas rumah mode yang dikenakannya. Secara keseluruhan, kombinasi blazer dan rok tersebut mengedepankan gaya tailoring klasik dengan sentuhan modern.
Alih-alih memilih gaun malam dengan detail dramatis, Putri tampil melalui pendekatan yang lebih minimalis. Kekuatan penampilannya terletak pada potongan, tekstur, dan proporsi busana yang berpadu secara harmonis.
Pilihan ini sekaligus menunjukkan bahwa busana formal untuk acara berskala internasional tidak selalu harus berupa gaun panjang. Setelan dengan rancangan yang tepat juga dapat menghadirkan kesan mewah dan elegan.
Lipstik Merah Jadi Aksen Penampilan
Untuk melengkapi busananya, Putri memilih riasan dengan tampilan kulit yang halus dan lipstik merah sebagai aksen utama. Warna tersebut memberikan kontras pada keseluruhan penampilan yang didominasi hitam.
Riasan yang relatif sederhana membuat perhatian tetap tertuju pada wajah dan detail busana. Sementara itu, potongan rambut bob yang membingkai wajah memperkuat kesan modern sekaligus menjaga penampilannya tetap rapi.
Perpaduan setelan Chanel, riasan minimalis, dan lipstik merah menghasilkan tampilan yang elegan tanpa terlihat berlebihan. Setiap elemen memiliki peran tersendiri, mulai dari struktur busana hingga aksen warna pada riasan.
Di tengah pencapaian Putri Marino melalui penghargaan Face of Asia 2026, penampilannya di Busan turut memperlihatkan pendekatan gaya yang mengutamakan kesederhanaan dan ketepatan detail. Setelan monokrom yang dikenakannya menjadi pilihan klasik yang tetap relevan untuk acara formal, sekaligus memberikan karakter kuat di panggung internasional.



