Kabut Asap Indonesia Selimuti Singapura saat F1

Kabut F1 di Singapura

Kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia mengganggu kualitas udara Singapura ketika ajang Formula 1 Singapore Grand Prix 2026 berlangsung pada 9–11 Oktober. Kondisi ini memicu kewaspadaan otoritas setempat, terutama terhadap kesehatan pengunjung yang menghadiri rangkaian kegiatan di luar ruangan.

Pada Jumat (9/10), Indeks Standar Polutan atau Pollutant Standards Index (PSI) selama 24 jam di wilayah tengah Singapura mencapai 192 pada pukul 17.00 waktu setempat. Angka tersebut menjadi yang tertinggi selama musim kabut asap tahun ini dan masuk kategori tidak sehat. <Cite refs={[“turn800344search2″,”turn800344search0”]}/>

Pada periode yang sama, PSI di wilayah barat tercatat 187, selatan 167, timur 166, dan utara 135. Seluruh wilayah tersebut berada dalam kategori tidak sehat, sehingga kondisi udara menjadi perhatian selama akhir pekan balapan yang menarik banyak penonton.

Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) memperingatkan kualitas udara berpotensi memburuk hingga memasuki kategori sangat tidak sehat. Pemerintah pun menyiapkan langkah antisipasi, termasuk imbauan kesehatan dan pembagian masker N95 bagi kelompok yang memenuhi kriteria apabila kondisi kabut asap semakin parah. <Cite refs={[“turn800344search0″,”turn800344search1”]}/>

Meski demikian, perkembangan pada Sabtu (10/10) menunjukkan angka PSI mulai menurun dibandingkan puncak sehari sebelumnya. NEA mencatat PSI 24 jam berada pada rentang 118–168 pada pukul 19.00 waktu setempat, tetapi seluruh rentang tersebut masih termasuk kategori tidak sehat. <Cite refs={[“turn800344search1”]}/>

FIA Siapkan Langkah Antisipasi

Federasi Otomotif Internasional (FIA) menyatakan kondisi kualitas udara terus dipantau bersama otoritas setempat. Sejumlah langkah darurat disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan kabut asap semakin pekat selama penyelenggaraan Grand Prix.

FIA menyebut peningkatan polusi dapat memicu pembatasan kegiatan luar ruangan, terutama aktivitas hiburan. Namun, berdasarkan informasi yang disampaikan menjelang balapan, kegiatan di lintasan tetap direncanakan berlangsung sesuai jadwal. <Cite refs={[“turn800344news25”]}/>

Penyelenggara Singapore Grand Prix juga menyatakan pemantauan kualitas udara menjadi bagian dari prosedur operasional. Perubahan terhadap kegiatan acara akan diinformasikan melalui saluran resmi apabila situasi mengharuskannya.

Kelompok Rentan Diminta Membatasi Aktivitas Luar Ruangan

Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura, Grace Fu, mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kondisi kesehatan selama kabut asap menyelimuti negara tersebut. Kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, serta orang dengan penyakit jantung atau paru-paru, menjadi pihak yang perlu mendapat perhatian khusus.

NEA menyarankan masyarakat menyesuaikan aktivitas luar ruangan berdasarkan tingkat PSI dan konsentrasi partikel halus PM2.5. Ketika kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat, aktivitas fisik berat atau berkepanjangan di luar ruangan perlu dikurangi, terutama bagi kelompok rentan.

Kabut asap lintas negara ini berkaitan dengan kebakaran di wilayah Sumatra bagian selatan dan Kalimantan, serta kondisi angin yang membawa asap menuju Singapura. NEA menyatakan kondisi angin dan cuaca masih dapat memengaruhi pergerakan kabut asap dalam beberapa hari ke depan.

Dengan rangkaian Formula 1 berlangsung di tengah kondisi tersebut, kualitas udara tetap menjadi faktor penting yang dipantau otoritas dan penyelenggara. Meski balapan direncanakan berjalan, pengunjung diimbau memperhatikan informasi terbaru dan mengambil langkah pencegahan sesuai kondisi kesehatan masing-masing.

Tutup