Dua Tahun Prabowo, Evaluasi Kabinet Merah Putih Menguat
Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, evaluasi terhadap kinerja Kabinet Merah Putih kembali menjadi perhatian. Sejumlah persoalan ekonomi, tata kelola pemerintahan dan lingkungan disebut pengamat sebagai catatan yang perlu diperhatikan.
Pengamat politik Andi Yusran menilai perjalanan pemerintahan Prabowo selama dua tahun memiliki capaian sekaligus sejumlah persoalan. Ia menyoroti beberapa indikator yang menurutnya menunjukkan masih adanya pekerjaan besar yang harus diselesaikan pemerintah.
“Dua tahun rezim Prabowo berkuasa, memiliki nilai plus dan minus. Nilai tukar rupiah yang semakin anjlok, korupsi yang melibatkan aparatur negara yang semakin membesar, daya beli masyarakat yang semakin lemah, ketimpangan ekonomi yang semakin menganga, deforestasi yang semakin meluas,” kata Andi Yusran, Jumat (18/9/2026).
Menurut Andi, persoalan tersebut tidak berdiri sendiri. Ia melihat kondisi nilai tukar, daya beli, ketimpangan ekonomi, korupsi dan deforestasi sebagai sejumlah indikator yang dapat digunakan untuk membaca kinerja pemerintahan selama dua tahun terakhir.
Ia juga menyinggung capaian pemerintah di sektor pangan. Namun, menurut Andi, capaian tersebut belum cukup untuk mengimbangi berbagai persoalan yang masih menjadi sorotan.
“Prestasi minus ini tidak cukup ditutupi prestasi positif dan terbatas seperti yang telah diraih di sektor pangan,” ujarnya.
Dari perspektif tersebut, Andi mendorong agar kinerja jajaran kabinet menjadi bagian dari evaluasi pemerintah. Ia menyebut berbagai indikator yang disorotnya dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menilai efektivitas kabinet.
“Rapor ini adalah indikator yang bagus untuk dipakai sebagai dasar untuk melakukan evaluasi total terhadap kabinet,” tandasnya.
Evaluasi kabinet menjadi relevan setelah Presiden Prabowo sendiri membuka kemungkinan melakukan reshuffle menjelang dua tahun pemerintahannya. Dalam wawancara pada 16 September 2026, Prabowo mengatakan dua tahun merupakan waktu yang cukup bagi anggota kabinet untuk membuktikan kemampuan dan kinerjanya.
Meski membuka peluang perubahan komposisi kabinet, Prabowo juga menyampaikan bahwa secara objektif tim pemerintahannya sejauh ini bekerja dengan baik. Ia menggambarkan kabinet sebagai sebuah tim yang memiliki pemain inti, striker dan pemain cadangan.
Dengan demikian, wacana reshuffle kini berada dalam konteks evaluasi kinerja yang menjadi kewenangan Presiden. Sementara itu, catatan yang disampaikan Andi Yusran menjadi salah satu pandangan dari luar pemerintah mengenai sejumlah indikator yang menurutnya perlu diperhatikan.



