Bae Suzy Punya Cara
Bae Suzy mengungkap cara dirinya mendalami karakter yang dimainkan dalam sebuah proyek akting. Bagi aktris Korea Selatan tersebut, memahami tokoh tidak cukup hanya dengan mempelajari sifat atau karakter yang tertulis dalam naskah.
Dalam wawancara terbaru bersama ELLE Korea, Suzy mengatakan dirinya kini lebih banyak memperhatikan hubungan karakter dengan orang-orang di sekitarnya serta lingkungan yang membentuk kehidupan tokoh tersebut.
“Alih-alih hanya melihat karakter itu sendiri, kini saya lebih memikirkan hubungan seperti apa yang dimiliki karakter tersebut dengan orang-orang di sekitarnya serta lingkungan tempat mereka tumbuh,” kata Suzy, sebagaimana dikutip Soompi, Senin.
Menurut Suzy, proses tersebut membantunya membangun karakter secara lebih mendalam. Ia tidak hanya terpaku pada informasi yang tersedia di dalam naskah, tetapi juga mencoba membayangkan kehidupan tokoh sebelum cerita dimulai.
“Meskipun tidak tercantum dalam naskah, saya membayangkan pengalaman hidup yang telah dilalui karakter tersebut dan menciptakan alasan serta latar belakang cerita saya sendiri untuk mereka,” ujarnya.
Pendekatan tersebut menunjukkan bagaimana Suzy berusaha menemukan sisi personal dari setiap karakter yang diperankannya. Ia membangun gambaran mengenai pengalaman, hubungan, hingga lingkungan yang mungkin memengaruhi cara seorang tokoh bertindak.
Bagi Suzy, setiap karakter yang pernah dimainkan juga meninggalkan kesan tersendiri. Ia bahkan memiliki cara khusus untuk menggambarkan hubungan emosionalnya dengan tokoh-tokoh tersebut.
Aktris yang dikenal melalui sejumlah proyek seperti Architecture 101, Anna, Doona!, dan Genie, Make a Wish itu mengibaratkan hatinya sebagai sebuah tempat yang memiliki banyak ruangan.
“Saya selalu beranggapan bahwa ada banyak ruangan di hati saya. Saya memiliki rasa sayang sekaligus penyesalan terhadap setiap karakter yang pernah saya perankan,” kata Suzy.
Menurutnya, setiap ruangan tersebut seolah menjadi tempat bagi karakter-karakter yang pernah hadir dalam perjalanan kariernya. Meski sebuah proyek telah selesai, pengalaman memerankan tokoh tertentu tetap menjadi bagian dari perjalanan aktingnya.
Cara pandang tersebut juga memperlihatkan bahwa bagi Suzy, akting bukan sekadar menjalankan dialog dan adegan sesuai naskah. Setiap karakter memiliki kehidupan dan latar belakang yang perlu dipahami agar dapat ditampilkan secara lebih utuh di layar.
Kini, dengan pengalaman yang terus bertambah, Suzy mengaku semakin mempertimbangkan berbagai aspek ketika mendalami sebuah karakter maupun menghadapi proyek akting baru.



