DJ Anggun Maharani Klaim Diseret dan Dipukuli di Private Party

DJ Anggun Maharani mengungkap dugaan kekerasan seksual dan penganiayaan yang disebut dialaminya saat menghadiri sebuah private party di Jakarta.

Anggun menceritakan pengalaman tersebut melalui unggahan di akun media sosialnya pada 13 Agustus 2026. Dalam keterangannya, ia mengaku awalnya diundang untuk menjadi DJ dalam acara ulang tahun seorang pejabat yang digelar secara privat.

Menurut pengakuan Anggun, insiden tersebut terjadi ketika salah seorang tamu berinisial TI diduga melakukan tindakan tidak senonoh terhadap dirinya.

Anggun mengklaim TI sempat memperlihatkan alat kelaminnya dan meminta dirinya melakukan tindakan seksual. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh Anggun.

Penolakan itu, menurut Anggun, justru membuat TI marah. Ia mengaku kemudian diseret ke sebuah ruangan dan mengalami kekerasan fisik.

“Bulan Februari aku diundang sama teman aku cewek katanya ada tamunya dia pejabat lagi ultah… dia butuh DJ private,” tulis Anggun melalui akun @anggunmaharani05.

“Aku diseret ke kamar dan dipukulin terus dijedotin ke tembok kepala aku,” sambungnya.

Anggun menyebut dugaan kekerasan tersebut tidak berhenti pada tindakan yang ia klaim sebagai pelecehan seksual. Ia juga mengaku mengalami penganiayaan hingga bagian kepalanya dibenturkan ke dinding.

Atas kejadian tersebut, Anggun kemudian menempuh jalur hukum dengan melaporkan perkara itu kepada Polda Metro Jaya.

Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/1266/II/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Hingga berita ini ditulis, dugaan kekerasan seksual dan penganiayaan yang disampaikan Anggun tersebut masih merupakan klaim dari pihak pelapor. Proses hukum dan penanganan aparat kepolisian diperlukan untuk mengungkap secara terang kronologi serta pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Tutup