Rupiah ke Rp17.951, IHSG Dekati 6.000
Pergerakan pasar keuangan domestik pada Kamis pagi, 11 Juni 2026, menunjukkan arah yang beragam. Nilai tukar rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat, sementara pasar saham justru berhasil bangkit setelah sempat dibuka di zona negatif.
Mengacu pada data perdagangan pagi, rupiah berada di level Rp17.951 per dolar AS. Posisi tersebut menunjukkan pelemahan sekitar 7 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Tekanan terhadap mata uang Garuda terjadi di tengah kehati-hatian investor dalam mencermati berbagai sentimen global yang masih memengaruhi pergerakan pasar keuangan internasional.
Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai sesi perdagangan dengan koreksi tipis sekitar 0,05 persen dan bergerak di kisaran level 5.899.
Namun tekanan jual tidak berlangsung lama. Dalam waktu sekitar 15 menit setelah pembukaan pasar, IHSG berhasil berbalik arah dan mencatatkan penguatan yang cukup signifikan.
Indeks melonjak sekitar 1,45 persen hingga mencapai posisi 5.987, mendekati level psikologis 6.000 yang menjadi perhatian pelaku pasar.
Sepanjang perdagangan pagi, IHSG bergerak di rentang level 5.850 hingga 5.989. Pergerakan tersebut menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi sejak sesi awal.
Mayoritas saham yang diperdagangkan berada di jalur positif. Sebanyak 374 emiten menguat, sedangkan 190 saham terkoreksi dan 167 saham lainnya bergerak datar tanpa perubahan harga.
Aktivitas transaksi juga berlangsung cukup ramai. Nilai perdagangan tercatat mencapai Rp3,9 triliun dengan volume transaksi sekitar 5 miliar saham yang berpindah tangan di pasar reguler.
Sementara itu, frekuensi transaksi mencapai 438 ribu kali, mencerminkan tingginya aktivitas investor dalam merespons dinamika pasar pada awal perdagangan hari ini.




