Prabowo Minta Porsi MBG Satu Anak Satu Telur Utuh
Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh dapur penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak lagi menyajikan telur dadar maupun telur orak-arik kepada para penerima manfaat. Arahan tersebut disampaikan guna memastikan setiap peserta memperoleh asupan protein yang sesuai dengan standar gizi yang ditetapkan pemerintah.
Permintaan itu disampaikan Prabowo saat rapat konsolidasi nasional bersama mitra MBG di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyoroti praktik penyajian telur dadar yang dinilai berpotensi mengurangi jumlah telur yang diterima peserta program karena biasanya dicampur dengan bahan tambahan lain.
“Kalau bisa jangan telur dadar. Telur dadar itu kadang-kadang satu telur untuk beberapa orang. Saya minta satu anak minimal dapat satu telur utuh,” kata Prabowo di hadapan peserta rapat.
Menurutnya, penyajian telur secara utuh akan lebih mudah diawasi dan memastikan kandungan protein yang diterima peserta sesuai dengan kebutuhan gizi harian.
Karena itu, Presiden menyarankan agar dapur MBG mengganti menu telur dadar dan telur orak-arik dengan telur rebus atau telur ceplok yang dinilai lebih efektif dalam menjaga standar porsi.
“Lebih baik telur rebus atau telur ceplok. Yang penting anak-anak benar-benar mendapatkan telur yang utuh,” ujarnya.
Prabowo menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar membagikan makanan, tetapi juga memastikan kualitas nutrisi yang diterima masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
Ia mengingatkan seluruh mitra penyelenggara agar tidak mengurangi kualitas maupun kuantitas bahan pangan yang telah ditetapkan dalam pedoman program.
Menurut Presiden, setiap komponen makanan harus memiliki ukuran yang jelas sehingga manfaat program dapat dirasakan secara maksimal oleh para penerima.
Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya. Melalui evaluasi menu yang dilakukan secara berkala, pemerintah berharap tujuan menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif dapat tercapai.
Dengan arahan tersebut, seluruh dapur MBG diharapkan dapat menyesuaikan pola penyajian makanan agar standar gizi yang menjadi tujuan utama program tetap terjaga.



