Libur Panjang, Pedagang di Puncak Belum Untung
Lonjakan wisatawan yang memadati kawasan Puncak selama libur panjang tidak serta-merta membawa keuntungan bagi para pedagang di area peristirahatan atau rest area. Meski lokasi dipenuhi kendaraan dan pengunjung, aktivitas transaksi di sejumlah kios dan warung justru terpantau tidak seramai yang diharapkan.
Fenomena tersebut menjadi sorotan setelah beredar video yang memperlihatkan kondisi rest area yang dipadati wisatawan. Namun di balik keramaian itu, sejumlah pedagang mengaku belum merasakan peningkatan pendapatan yang signifikan.
“Rest Area Puncak ramai pengunjung, tapi pedagang malah keluhkan minimnya pembeli,” demikian keterangan yang disampaikan dalam unggahan video yang beredar dan dikutip pada Selasa (2/6/2026).
Berdasarkan pengamatan di lokasi, banyak pengunjung memilih menikmati waktu liburan bersama keluarga dengan membawa bekal makanan dari rumah. Mereka memanfaatkan area terbuka untuk menggelar tikar dan bersantai tanpa harus membeli makanan atau minuman dari pedagang setempat.
Kondisi tersebut membuat ramainya jumlah pengunjung tidak berbanding lurus dengan peningkatan omzet para pelaku usaha kecil yang berjualan di kawasan rest area.
Sejumlah pedagang berharap tingginya kunjungan wisatawan selama musim liburan dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar. Namun kenyataannya, sebagian besar pengunjung hanya singgah untuk beristirahat atau menikmati suasana tanpa melakukan banyak transaksi.
Fenomena ini menunjukkan bahwa tingginya mobilitas wisatawan belum tentu menjamin peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha. Pola konsumsi masyarakat yang cenderung membawa kebutuhan sendiri menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perputaran ekonomi di kawasan wisata selama masa liburan.




