Cabai Rawit Tembus Rp81 Ribu per Kilogram
Harga sejumlah kebutuhan pokok kembali mengalami kenaikan pada awal pekan ini. Berdasarkan pemantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) pada Senin, 25 Mei 2026, lonjakan paling tajam terjadi pada komoditas cabai dan bawang yang mulai membebani pengeluaran rumah tangga masyarakat.
Cabai rawit merah tercatat menjadi komoditas dengan kenaikan tertinggi. Harga rata-rata nasional kini mencapai Rp81.350 per kilogram setelah melonjak sekitar 13,38 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Tak hanya cabai rawit, harga cabai merah keriting juga mengalami kenaikan signifikan. Komoditas tersebut kini dijual di kisaran Rp70.650 per kilogram atau naik sekitar 33,81 persen.
Sementara itu, harga cabai merah besar ikut terdorong naik hingga menyentuh Rp68.700 per kilogram. Kenaikan harga cabai dinilai masih dipengaruhi faktor distribusi dan pasokan dari sentra produksi yang belum stabil.
Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas bawang. Harga bawang merah tercatat naik menjadi Rp53.600 per kilogram atau meningkat sekitar 12,84 persen.
Sedangkan bawang putih ukuran sedang kini berada di level Rp40.650 per kilogram setelah mengalami kenaikan sekitar 5,17 persen.
Pada kelompok beras, harga beras kualitas bawah I naik menjadi Rp15.100 per kilogram atau meningkat sekitar 3,78 persen. Adapun beras kualitas super tercatat naik tipis menjadi Rp17.450 per kilogram.
Untuk komoditas protein hewani, harga daging ayam ras segar mengalami kenaikan menjadi Rp38.900 per kilogram. Harga telur ayam ras juga ikut naik menjadi Rp31.250 per kilogram.
Di sisi lain, harga daging sapi kualitas I justru mengalami koreksi tipis. Komoditas tersebut tercatat turun sekitar 0,61 persen menjadi Rp147.050 per kilogram.
Kenaikan harga turut terjadi pada gula pasir. Gula premium kini dijual sekitar Rp20.400 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal berada di level Rp19.300 per kilogram.
Sejumlah pelaku pasar menilai fluktuasi harga pangan masih dipengaruhi kondisi cuaca, distribusi logistik, serta meningkatnya permintaan di beberapa daerah. Pemerintah diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan agar lonjakan harga tidak terus berlanjut.




