BPS: Mayoritas Pemuda Jawa Barat Belum Menikah

Sumber : Pixabay

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap mayoritas pemuda di Jawa Barat hingga tahun 2025 masih berstatus belum menikah. Temuan itu tercantum dalam rilis resmi bertajuk Profil Pemuda Jawa Barat 2025.

Dalam laporan tersebut, sebanyak 82,83 persen pemuda di Jawa Barat dinyatakan belum kawin. Data itu menggambarkan adanya perubahan pola hidup dan pandangan generasi muda terhadap pernikahan.

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, kategori pemuda di Indonesia berada pada rentang usia 16 hingga 30 tahun.

Selain status pernikahan, laporan BPS juga mencatat sebagian besar pemuda Jawa Barat tinggal di wilayah perkotaan dengan persentase yang sama, yakni 82,83 persen.

BPS menilai tingginya jumlah pemuda yang tinggal di kota dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kelengkapan fasilitas umum, akses pendidikan, peluang kerja, hingga infrastruktur yang lebih memadai dibanding wilayah pedesaan.

Fenomena tersebut disebut turut mempengaruhi pola pikir generasi muda terkait pernikahan dan kehidupan sosial.

Jika sebelumnya pernikahan pada usia muda dianggap umum terjadi di kalangan masyarakat, kini tren tersebut mulai bergeser, khususnya di wilayah perkotaan Jawa Barat.

Banyak pemuda disebut lebih memilih fokus pada pendidikan, karier, stabilitas ekonomi, hingga pengembangan diri sebelum memutuskan menikah.

Perubahan pola hidup masyarakat urban juga dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat usia pernikahan semakin bergeser ke usia yang lebih matang.

Laporan BPS ini sekaligus menunjukkan adanya perubahan sosial di kalangan generasi muda Jawa Barat yang kini semakin dipengaruhi dinamika pendidikan, ekonomi, dan gaya hidup perkotaan.

Tutup