SIPGN Rp550 Miliar Disorot Gara-gara Tampilan Website

Ilustrasi uang.

Situs resmi Badan Gizi Nasional mendadak menjadi perbincangan panas di media sosial setelah publik menyoroti kualitas visual yang dianggap tidak sebanding dengan nilai anggaran pengembangan sistemnya.

Sorotan itu muncul pada Selasa (5/5/2026), ketika warganet menemukan adanya fitur asisten virtual berbasis kecerdasan buatan (AI) di dalam website tersebut. Fitur itu sebenarnya dinilai cukup membantu karena mampu memberikan informasi secara cepat dan interaktif. Namun perhatian publik justru beralih ke tampilan visual, ilustrasi, dan aset grafis yang dianggap terkesan generik serta diduga berasal dari AI generatif.

Kritik bermunculan setelah isu tersebut dikaitkan dengan proyek Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN) yang disebut memiliki nilai anggaran mencapai Rp550 miliar.

Besarnya angka tersebut memicu pertanyaan publik mengenai kualitas pengerjaan platform digital pemerintah, khususnya pada aspek desain visual dan pemanfaatan tenaga kreatif lokal.

“Minimal hire ilustrator, masa ginian doang pakai AI,” tulis salah satu komentar netizen dalam unggahan yang viral di media sosial.

Sejumlah pengguna internet menilai platform pemerintah seharusnya tidak hanya mengutamakan fungsi teknologi, tetapi juga memperhatikan kualitas estetika, orisinalitas desain, serta keberpihakan terhadap industri kreatif dalam negeri.

Banyak warganet menduga aset visual pada situs tersebut dibuat menggunakan AI generatif tanpa proses penyempurnaan desain lebih lanjut. Akibatnya, tampilan website dinilai kurang profesional dan terkesan dibuat secara instan.

Di tengah berkembangnya kritik, muncul pula perdebatan mengenai transparansi penggunaan anggaran digital pemerintah. Sebagian publik mempertanyakan porsi biaya yang dialokasikan untuk pengembangan sistem, keamanan digital, infrastruktur, hingga desain antarmuka pengguna.

Meski demikian, belum ada penjelasan rinci apakah nilai Rp550 miliar tersebut sepenuhnya digunakan untuk pengembangan website, atau mencakup keseluruhan sistem nasional pemenuhan gizi yang terintegrasi dengan layanan lain.

Hingga kini, Badan Gizi Nasional belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan penggunaan aset AI generatif maupun rincian teknis pengembangan SIPGN yang ramai diperdebatkan publik.

Tutup