BPJS Gandeng Raffi Kampanyekan Hidup Sehat

Raffi Ahmad

Penunjukan Raffi Ahmad sebagai Duta Kehormatan pertama BPJS Kesehatan menandai langkah baru dalam strategi komunikasi kesehatan publik di Indonesia. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat kampanye pencegahan penyakit, khususnya di kalangan generasi muda yang kini mulai rentan terhadap berbagai penyakit tidak menular.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menyoroti adanya pergeseran pola penyakit yang semakin mengkhawatirkan. Menurutnya, penyakit katastropik seperti diabetes dan hipertensi tidak lagi identik dengan usia lanjut, melainkan mulai banyak ditemukan pada kelompok usia produktif.

“Ini menjadi alarm bagi kita semua. Pola hidup yang kurang sehat membuat risiko penyakit serius kini muncul lebih dini,” ujar Prihati dalam keterangannya.

Ia menilai, pendekatan konvensional dalam edukasi kesehatan perlu diperkuat dengan strategi yang lebih relevan, salah satunya melalui figur publik yang memiliki kedekatan dengan generasi muda.

“Kami membutuhkan jembatan komunikasi yang efektif. Sosok seperti Raffi Ahmad diharapkan mampu menyampaikan pesan kesehatan dengan cara yang lebih mudah diterima,” tambahnya.

Keterlibatan Raffi juga dinilai sejalan dengan semangat gotong royong dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang menekankan pentingnya upaya promotif dan preventif untuk menekan beban pembiayaan kesehatan di masa depan.

Dalam pernyataannya, Raffi Ahmad menyatakan komitmennya untuk berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat. Ia menekankan bahwa kesadaran menjaga kesehatan harus dibangun sejak dini dan dilakukan secara konsisten.

“Jangan tunggu sakit baru mulai peduli. Hidup sehat itu dimulai dari hal sederhana, seperti makan yang teratur, olahraga, dan menjaga pikiran tetap positif,” ujarnya.

Raffi juga membagikan pengalaman pribadinya dalam menjaga kebugaran tubuh, termasuk partisipasinya dalam berbagai ajang lari di sejumlah kota besar dunia. Baginya, aktivitas fisik bukan hanya menjaga kondisi tubuh, tetapi juga berpengaruh pada kesehatan mental.

“Kalau kita rutin bergerak, dampaknya bukan cuma ke badan, tapi juga ke pikiran. Itu yang saya rasakan sendiri,” katanya.

Tutup