Siswa SD di Rembang Diduga Keracunan Usai Konsumsi MBG
Perayaan Hari Kartini di Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, berubah menjadi insiden setelah puluhan siswa sekolah dasar dilaporkan mengalami gejala yang mengarah pada dugaan keracunan massal. Peristiwa ini terjadi pada Selasa (21/4/2026) dan melibatkan sedikitnya 22 siswa dari SD Negeri Balongmulyo.
Para siswa dilaporkan mengalami mual, pusing, hingga sakit perut sesaat setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan dalam rangkaian kegiatan sekolah. Gejala muncul hampir bersamaan, memicu kepanikan di lingkungan sekolah.
Salah satu siswa, Chilyatus Zakiya (11), mengungkapkan bahwa dirinya mulai merasakan keluhan setelah meminum susu yang menjadi bagian dari menu MBG.
“Rasanya tidak enak, seperti sudah berubah. Setelah itu perut saya sakit dan kepala pusing,” ujarnya.
Keterangan serupa disampaikan oleh siswa lain, Ajeng Syifana Alza Fira, yang menyebut menu yang dibagikan terdiri dari nasi, susu, telur, sayuran, tempe tahu, serta buah kelengkeng.
“Tadi dapat menu MBG susu, kelengkeng, telur, nasi, sayuran, sama tempe tahu. Saya makan nasi sama kelengkeng habis, tapi susunya cuma dicoba sedikit lalu dibuang karena rasanya kecut,” katanya.
Menurut Ajeng, gejala mulai dirasakan tidak lama setelah konsumsi tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa banyak siswa lain mengalami kondisi serupa dalam waktu yang hampir bersamaan.
Situasi ini membuat pihak sekolah segera mengambil langkah cepat dengan menghentikan seluruh rangkaian kegiatan. Para siswa kemudian dikumpulkan dan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat sekitar pukul 09.30 WIB untuk mendapatkan penanganan medis.
Awalnya, kegiatan Kartinian di sekolah tersebut diisi dengan berbagai agenda seperti lomba menyanyi dan permainan. Namun, seluruh kegiatan terpaksa dihentikan karena meningkatnya jumlah siswa yang mengeluhkan kondisi kesehatan.
“Awalnya ada lomba, tapi tidak dilanjutkan karena banyak yang sakit dan harus dibawa ke puskesmas,” ujar Ajeng.
Hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam proses penelusuran. Dugaan sementara mengarah pada konsumsi makanan atau minuman yang tidak dalam kondisi layak.




