Klarifikasi Plt Bupati Bekasi soal Demo Mahasiswa: Saya Siap Dialog, Bukan Menghindar
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, memberikan klarifikasi terkait tudingan dirinya tidak menemui massa aksi mahasiswa saat demonstrasi di kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi. Ia menegaskan bahwa dirinya telah berada di kantor dan menunggu perwakilan mahasiswa untuk berdialog.
Asep menjelaskan, pada hari tersebut dirinya memang menerima sejumlah tamu sejak pagi hingga siang hari. Salah satunya adalah rombongan organisasi masyarakat yang datang untuk audiensi dan makan siang bersama.
“Memang siang hari ada tamu, kami makan bersama sampai sekitar pukul 12.30 WIB. Setelah itu saya tidak pulang karena mengetahui ada aksi mahasiswa. Saya tunggu mereka karena khawatir ingin bertemu dengan saya,” ujarnya.
Ia menambahkan, situasi mulai memanas sekitar pukul 15.00 WIB ketika aparat keamanan masuk ke area kantor. Asep mengaku tetap bertahan di dalam kantor hingga lebih dari satu jam untuk menunggu kondisi kondusif sekaligus membuka ruang dialog.
“Saya bahkan sempat beristirahat di kantor sambil menunggu. Saya minta perwakilan 15 orang masuk ke ruang rapat agar bisa berdiskusi. Aspirasi mahasiswa itu sah,” katanya.
Namun, kondisi di lapangan disebutnya semakin tidak terkendali setelah muncul informasi adanya perusakan fasilitas gerbang. Ketegangan di depan kantor membuat situasi dinilai tidak memungkinkan untuk dilakukan pertemuan langsung.
“Saya sempat ingin turun, tapi kondisi sudah tidak kondusif. Akhirnya saya putuskan kembali demi keamanan bersama,” jelas Asep.
Meski demikian, ia menegaskan komitmennya untuk tetap membuka ruang dialog. Asep mengundang perwakilan mahasiswa untuk bertemu secara resmi pada hari kerja berikutnya.
“Saya percaya aspirasi mahasiswa. Saya juga pernah jadi mahasiswa, jadi paham. Kita harus tetap kepala dingin. Saya undang mereka hari Senin untuk berdialog,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah tuntutan mahasiswa, seperti evaluasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), perbaikan infrastruktur, hingga bantuan pendidikan, tengah dalam proses tindak lanjut.
“BUMD sedang saya minta audit, jalan rusak kita benahi, beasiswa juga kita dorong. Semua dinas terkait akan kita panggil untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.
Di sisi lain, klarifikasi juga disampaikan oleh salah satu peserta audiensi, Indra Sukma, yang turut hadir dalam pertemuan bersama Plt Bupati pada hari yang sama.
Indra menyoroti pemberitaan yang menyebut Plt Bupati Bekasi “asyik makan siang” saat terjadi kericuhan antara mahasiswa dan petugas di luar gerbang kantor pemerintah. Menurutnya, narasi tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
“Kami yang makan siang bersama Plt Bupati. Itu memang bertepatan dengan jam makan siang, sekitar pukul 11.50 WIB. Saat itu belum ada aksi demo di depan gerbang,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa rombongannya telah menunggu sejak pagi karena Plt Bupati masih menerima sejumlah tamu lain, termasuk perwakilan organisasi wartawan di Bekasi.
Menurut Indra, penggunaan narasi yang tidak sesuai fakta berpotensi membentuk persepsi negatif terhadap sosok pemimpin maupun pihak yang hadir dalam audiensi tersebut.
“Kalau memang makan siang terjadi saat kericuhan, silakan ditulis. Tapi kalau faktanya tidak begitu, tentu ini bisa menimbulkan prasangka buruk di masyarakat,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh pihak, khususnya insan pers, untuk tetap mengedepankan akurasi dan verifikasi dalam menyampaikan informasi kepada publik.
“Kita sesama penulis, mari menulis sesuai fakta. Jangan sampai informasi yang tidak tepat justru memperkeruh situasi,” pungkasnya.





