Presiden Dewan Eropa António Costa menegaskan bahwa Uni Eropa berdiri bersama rakyat Iran di tengah konflik yang kian memanas di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan Costa dalam konferensi pers yang digelar di Brussels pada Selasa (10/3/2026), bertepatan dengan pertemuan tahunan para duta besar Uni Eropa.
Dalam kesempatan itu, Costa menegaskan bahwa masyarakat Iran telah lama menghadapi berbagai tekanan dan penderitaan akibat situasi geopolitik yang berkepanjangan.
“Iran telah lama menderita. Kami mendukung hak rakyat Iran untuk hidup damai dan menentukan masa depan mereka sendiri,” kata Costa.
Ia juga menekankan bahwa nilai-nilai kebebasan serta perlindungan hak asasi manusia tidak dapat diwujudkan melalui kekerasan atau serangan militer.
“Kebebasan dan hak asasi manusia tidak dapat dicapai melalui bom. Hanya hukum internasional yang menjunjungnya,” ujarnya.
Selain itu, Costa mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan warga sipil di tengah meningkatnya ketegangan yang berpotensi memperluas konflik di kawasan.
Ia juga menyoroti perlunya perlindungan terhadap fasilitas nuklir yang berada di wilayah Iran agar tidak menjadi sasaran dalam konflik yang sedang berlangsung.
Menurut Costa, eskalasi konflik di Iran tidak hanya berdampak pada stabilitas regional, tetapi juga memiliki implikasi geopolitik yang lebih luas.
Ia menilai situasi tersebut justru memberikan keuntungan strategis bagi Rusia di tengah konflik global yang sedang berlangsung.
Costa menjelaskan bahwa konflik baru di Timur Tengah berpotensi mengalihkan fokus negara-negara Barat dari dukungan mereka terhadap Ukraina.
Selain itu, kenaikan harga energi akibat ketegangan di kawasan tersebut juga dinilai dapat memberikan tambahan pemasukan bagi Moskow untuk mendanai operasi militernya.
Melalui pernyataannya, Uni Eropa menegaskan kembali komitmennya terhadap penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi serta penghormatan terhadap hukum internasional.





