Piche Kota Tidak Ditahan Meski Berstatus Tersangka Kasus Dugaan Pemerkosaan
Penanganan kasus dugaan pemerkosaan yang melibatkan penyanyi alumni Indonesian Idol, Piche Kota, terus menyita perhatian publik. Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, aparat kepolisian memutuskan untuk tidak melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan selama proses penyidikan berlangsung.
Penyanyi yang memiliki nama lengkap Petrus Yohannes Debrito Armando Jaga Kota itu ditetapkan sebagai tersangka bersama dua rekannya, yakni Roy Mali dan Rifal Sila. Ketiganya diduga terlibat dalam kasus kekerasan seksual terhadap seorang siswi sekolah menengah atas di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.
Kapolres Belu, AKBP I Gede Astawa, menyampaikan bahwa keputusan untuk tidak menahan tersangka didasarkan pada penilaian penyidik selama proses pemeriksaan.
“Berdasarkan pertimbangan subjektif penyidik, tersangka tidak dilakukan penahanan karena dinilai kooperatif selama proses pemeriksaan,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Selain dianggap bersikap kooperatif, tersangka juga memperoleh jaminan dari pihak keluarga. Diketahui, ayah dari Piche merupakan Wakil Ketua DPRD Belu yang turut bertindak sebagai penjamin dalam proses hukum tersebut.
Sebagai bagian dari kewajiban hukum, tersangka diwajibkan untuk melapor secara berkala kepada penyidik sebanyak dua kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa dan Kamis. Pemeriksaan intensif oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Belu juga telah dilakukan pada Senin (23/2).
Di sisi lain, satu tersangka lainnya, Roy Mali, hingga kini masih dalam pencarian aparat kepolisian. Polres Belu telah menetapkannya dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 20 Februari 2026 setelah tidak memenuhi panggilan pemeriksaan baik sebagai saksi maupun tersangka.
Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa Roy sempat diduga berupaya melarikan diri melalui jalur perbatasan negara secara ilegal. Namun upaya tersebut berhasil digagalkan setelah dilakukan koordinasi lintas negara antara aparat kepolisian Indonesia dengan otoritas keamanan di Timor Leste.
Proses hukum terhadap para tersangka saat ini masih terus berjalan dan menjadi perhatian publik, mengingat keterlibatan figur publik serta latar belakang keluarga dari salah satu tersangka.





