SPPG Bertambah, BGN Klaim Kasus Keracunan MBG Menurun
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan terdapat 50 kejadian keracunan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sepanjang Januari 2026.
Meski demikian, Dadan menilai angka tersebut relatif lebih kecil dibandingkan periode September dan Oktober 2025, ketika jumlah kasus tercatat lebih tinggi, sementara jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) saat itu belum sebanyak sekarang.
“Itu jauh lebih kecil dibandingkan ketika Oktober atau September (2025), padahal jumlah SPPG-nya meningkat tajam. Di Januari ini alhamdulillah masih sangat sedikit, meskipun kita ingin targetkan tidak ada kejadian,” ujar Dadan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (9/2/2026).
Menurutnya, peningkatan jumlah SPPG pada awal tahun ini tidak diikuti lonjakan signifikan kasus keracunan. Hal tersebut, kata dia, menjadi indikator perbaikan tata kelola pelaksanaan program.
Untuk menekan angka kejadian, BGN berencana menerapkan sistem sertifikasi dan akreditasi terhadap seluruh SPPG agar memiliki standar kualitas yang seragam.
“Kita akan lakukan sertifikasi, akreditasi, sehingga nanti SPPG akan memiliki kualitas yang sama dan kejadiannya akan kita minimalisir,” katanya.
Selain itu, BGN juga menyesuaikan skema distribusi makanan bagi siswa di daerah yang menjalankan ibadah puasa. Makanan akan disiapkan dalam bentuk yang lebih tahan lama dan dapat dibawa pulang.
“Yang pertama, untuk anak sekolah yang mayoritas di daerah puasa, itu makanannya akan berupa makanan yang tahan lama, untuk dibawa pulang dan dikonsumsi saat buka,” pungkas Dadan.
BGN menargetkan perbaikan sistem pengawasan dan standar operasional guna mencegah terulangnya kejadian serupa, sekaligus memastikan program MBG tetap berjalan optimal dalam mendukung pemenuhan gizi anak sekolah.



