Bahlil dan PLN Minta Maaf, Listrik di Sejumlah Wilayah Aceh Belum Pulih
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama PT PLN (Persero) menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya warga Aceh, karena masih terdapat sejumlah wilayah yang belum kembali teraliri listrik pascabencana.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, gangguan pasokan listrik disebabkan oleh kerusakan infrastruktur akibat bencana alam. Tercatat enam menara transmisi (tower) milik PLN rusak bahkan hanyut diterjang banjir dan longsor.
“Kerusakan ini berdampak signifikan terhadap sistem kelistrikan. Beberapa tower roboh dan terbawa arus, sehingga proses pemulihan membutuhkan waktu dan penanganan ekstra,” ujar Darmawan.
Ia menyampaikan bahwa PLN telah mengerahkan sumber daya untuk mempercepat pemulihan, termasuk mengangkut material tower dan kabel ke lokasi terdampak. Upaya tersebut dilakukan agar layanan kelistrikan dapat segera kembali normal.
Darmawan menambahkan, saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Aceh dua hari lalu, PLN meyakini sekitar 93 persen wilayah sudah kembali teraliri listrik. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan sejumlah kendala teknis di lapangan.
“Kondisi geografis, cuaca, serta tingkat kerusakan infrastruktur membuat pemulihan di beberapa titik berjalan lebih lambat dari yang diperkirakan,” katanya.
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang hingga kini masih belum mendapatkan layanan kelistrikan secara maksimal.
Bahlil menegaskan pemerintah bersama PLN berkomitmen untuk terus mempercepat pemulihan listrik dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi.
“Sekali lagi kami mohon maaf. Kami terus bekerja agar seluruh wilayah terdampak dapat segera menikmati kembali layanan listrik secara normal,” ujar Bahlil.



