Seniman pantonim Wanggi Hoed, menggelar aksi memperingati Hari Primata Nasional di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (30/1/2025). (terkenal.co.id/Muhammad Noer Hikam)
Seniman pantonim Wanggi Hoed, menggelar aksi memperingati Hari Primata Nasional di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (30/1/2025). (terkenal.co.id/Muhammad Noer Hikam)
Seniman pantonim Wanggi Hoed, menggelar aksi memperingati Hari Primata Nasional di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (30/1/2025). (terkenal.co.id/Muhammad Noer Hikam)
Seniman pantonim Wanggi Hoed, menggelar aksi memperingati Hari Primata Nasional di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (30/1/2025). (terkenal.co.id/Muhammad Noer Hikam)
Seniman pantonim Wanggi Hoed, menggelar aksi memperingati Hari Primata Nasional di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (30/1/2025). (terkenal.co.id/Muhammad Noer Hikam)
Seniman pantonim Wanggi Hoed, menggelar aksi memperingati Hari Primata Nasional di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (30/1/2025). (terkenal.co.id/Muhammad Noer Hikam)
Seniman pantonim Wanggi Hoed, menggelar aksi memperingati Hari Primata Nasional di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (30/1/2025). Aksi yang bertajuk Solidaritas Untuk Primata Dari Bandung tersebut mendesak pemerintah agar segera mengambil tindakan pada segala bentuk penyiksaan terhadap primata baik jenis monyet dan beruk yang masih terjadi, baik perburuan, perdagangan, pemeliharaan, topeng monyet, maupun ekspor untuk percobaan biomedis.
Selain itu, menuntut pemerintah untuk mengubah status monyet ekor panjang dan beruk menjadi satwa yang dilindungi di Indonesia