Utang Pemerintah Indonesia Bertambah Rp386 Triliun hingga Mei 2026

Purbaya Yudhi Sadewa.

Pemerintah terus mengamankan kebutuhan pendanaan negara melalui berbagai instrumen pembiayaan. Hingga akhir Mei 2026, penarikan utang pemerintah telah mencapai Rp386 triliun sebagai bagian dari strategi menjaga keberlangsungan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa realisasi tersebut telah memenuhi hampir setengah dari target pembiayaan utang yang ditetapkan dalam APBN 2026. Pemerintah tahun ini menargetkan pembiayaan melalui utang sebesar Rp832,2 triliun.

Menurut Purbaya, kondisi pasar keuangan domestik masih memberikan sinyal positif terhadap instrumen investasi milik pemerintah. Hal itu terlihat dari tingginya minat investor yang terus memburu Surat Utang Negara (SUN) dalam berbagai lelang maupun transaksi di pasar sekunder.

“Penggemar SUN masih cukup banyak, tidak ada kehilangan kepercayaan kepada surat utang negara kita,” ujar Purbaya saat memberikan keterangan di Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Ia menilai tingginya permintaan terhadap SUN menjadi salah satu indikator bahwa kredibilitas pengelolaan fiskal Indonesia masih mendapat respons positif dari pelaku pasar. Kepercayaan tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas pembiayaan negara di tengah dinamika ekonomi global.

Selain mengandalkan pembiayaan berbasis utang, pemerintah juga memperoleh pembiayaan dari sumber nonutang. Sampai akhir Mei 2026, realisasi pembiayaan nonutang tercatat sebesar Rp6,5 triliun.

Dana nonutang tersebut umumnya digunakan untuk mendukung investasi pemerintah pada sektor-sektor produktif, termasuk program pembangunan dan berbagai kegiatan yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, total realisasi pembiayaan anggaran hingga Mei 2026 mencapai Rp379,4 triliun. Angka ini menunjukkan lebih dari separuh target pembiayaan APBN tahun berjalan yang ditetapkan sebesar Rp689,1 triliun telah berhasil dipenuhi.

Pencapaian tersebut mencerminkan upaya pemerintah dalam menjaga kesinambungan fiskal sekaligus memastikan seluruh program prioritas nasional tetap berjalan sesuai rencana tanpa mengganggu stabilitas ekonomi.

Dengan masih kuatnya minat investor terhadap instrumen surat utang negara, pemerintah optimistis kebutuhan pembiayaan hingga akhir tahun dapat dipenuhi secara terukur sambil tetap menjaga rasio utang dan kesehatan APBN dalam batas yang aman.

Tutup