Sule dan Santyka Sepakat
Komedian sekaligus presenter Sule angkat bicara terkait kabar yang menyebut hubungan asmaranya dengan Santyka Fauziah tengah renggang. Ia menegaskan bahwa hubungan keduanya masih berjalan baik meski jarang terlihat menunjukkan kemesraan di ruang publik.
Menurut Sule, minimnya interaksi di media sosial bukan menjadi indikator keretakan hubungan. Ia menyebut keputusan untuk tidak terlalu mengekspos kehidupan pribadi justru merupakan kesepakatan bersama.
“Hubungan kami baik-baik saja. Kami memang sepakat untuk tidak terlalu membagikan kebersamaan di media sosial,” ujarnya saat tampil dalam program Pagi Pagi Ambyar, Kamis (2/4/2026).
Meski telah menjalin hubungan selama sekitar tiga tahun, Sule mengaku belum memiliki rencana pasti untuk melangkah ke jenjang pernikahan dalam waktu dekat. Ia memilih menjalani hubungan secara bertahap tanpa tekanan.
“Rencana menikah pasti ada, tapi soal kapan, kami jalani saja. Tidak ingin terburu-buru,” katanya.
Pria berusia 49 tahun itu juga mengungkapkan bahwa pengalaman masa lalu membuatnya lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan besar, termasuk pernikahan. Ia belajar dari perjalanan rumah tangganya sebelumnya bersama almarhumah Lina Jubaedah dan Nathalie Holscher.
“Sekarang saya lebih berhati-hati. Banyak hal yang dipelajari dari pengalaman sebelumnya,” ungkapnya.
Sule menekankan bahwa hubungan yang dijalani saat ini lebih difokuskan pada proses saling memahami dan membangun kecocokan satu sama lain. Ia percaya bahwa hubungan yang kuat tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses yang dijalani bersama.
“Pasangan itu bukan hanya dicari, tapi dibentuk. Kami sedang dalam proses itu agar ke depannya bisa lebih siap,” tuturnya.
Di sisi lain, Sule juga mengungkapkan kekagumannya terhadap sosok Santyka yang dinilai memiliki kepribadian dewasa dan tidak membebani hubungan dengan hal-hal sepele.
“Dia orangnya santai, tidak ribet, dan sangat mendukung. Hal-hal kecil tidak dijadikan masalah,” katanya.
Ia menambahkan, salah satu bentuk kesepahaman yang dibangun adalah terkait penggunaan media sosial. Keduanya sepakat tidak menjadikan platform tersebut sebagai tolok ukur keharmonisan hubungan.
“Tidak harus selalu diposting. Kami sepakat menjaga privasi karena belum tentu semua hal perlu diumbar ke publik,” pungkasnya.






