Rumah Terlihat Kurang Elegan? Cek 5 Hal Ini
Memiliki furnitur mahal dan dekorasi menarik belum tentu membuat sebuah rumah terlihat elegan. Cara menata setiap elemen justru menjadi salah satu faktor yang menentukan apakah ruangan terasa harmonis atau sebaliknya.
Detail yang terlihat sederhana, seperti posisi tirai, jenis pencahayaan, hingga desain sakelar dan stopkontak, ternyata dapat memengaruhi tampilan interior secara keseluruhan.
Desainer interior Craig Gritzen mengatakan, kesalahan dalam memilih maupun menempatkan elemen tertentu dapat membuat ruangan kehilangan kesan rapi. Karena itu, penataan interior tidak selalu tentang menambahkan dekorasi, tetapi juga mengetahui elemen mana yang sebaiknya dikurangi.
Dilansir dari Real Simple pada Kamis (1/10), berikut sejumlah kesalahan yang menurut Gritzen perlu diperhatikan agar tampilan rumah tetap terlihat proporsional dan nyaman.
1. Terlalu Banyak Elemen yang Ingin Ditonjolkan
Ruangan yang dipenuhi dekorasi belum tentu terlihat menarik. Ketika setiap benda dibuat seolah menjadi pusat perhatian, mata justru sulit menemukan fokus utama.
Gritzen menyebut kondisi tersebut sebagai tidak adanya hierarki visual. Furnitur dan dekorasi sebaiknya memiliki peran masing-masing, baik sebagai elemen utama maupun pendukung.
“Sebuah ruangan bisa diisi dengan perabotan dan dekorasi terindah dan mahal, tapi tetap terasa murahan jika tidak ada hierarki visual,” ujarnya.
Karena itu, tidak semua benda harus ditampilkan secara bersamaan. Mengurangi beberapa dekorasi justru dapat membuat elemen yang tersisa terlihat lebih menonjol.
“Terkadang membuat rumah terlihat lebih mahal berarti menghilangkan sesuatu,” kata Gritzen.
2. Tirai Tidak Disesuaikan dengan Ruangan
Tirai sering dianggap hanya sebagai pelengkap jendela. Padahal, ukuran dan posisi pemasangannya dapat memengaruhi persepsi terhadap tinggi serta proporsi ruangan.
Gorden yang dipasang terlalu rendah, misalnya, dapat membuat langit-langit terlihat lebih pendek. Ukuran tirai yang terlalu kecil juga dapat membuat jendela tampak tidak seimbang dengan keseluruhan ruangan.
“Tirai yang ukurannya terlalu kecil atau tidak dipasang dengan benar dapat menarik perhatian yang tidak diinginkan ke jendela,” jelas Gritzen.
Ia menyarankan pemasangan perangkat keras tirai lebih tinggi dan lebar apabila kondisi arsitektur memungkinkan. Sementara untuk kerai dan peneduh, ukuran sebaiknya disesuaikan dengan sistem pemasangan serta bentuk jendela.
3. Salah Memilih Cahaya Lampu
Pencahayaan memiliki peran besar dalam membentuk suasana ruangan. Kesalahan memilih warna cahaya atau desain bohlam dapat membuat interior yang sebenarnya sudah tertata menjadi kurang nyaman.
Gritzen mengatakan cahaya yang terlalu tajam atau tidak sesuai dengan karakter ruangan dapat mengurangi kesan hangat. Begitu pula dengan bohlam yang memperlihatkan bagian plastiknya secara jelas.
Untuk ruang keluarga dan area yang digunakan untuk berkumpul, pencahayaan dengan nuansa hangat dinilai lebih sesuai karena memberikan suasana yang nyaman.
4. Membiarkan Sakelar dan Stopkontak Menjadi Pusat Perhatian
Sakelar dan stopkontak mungkin berukuran kecil, tetapi jumlahnya yang cukup banyak membuat keberadaannya dapat memengaruhi tampilan dinding.
Model standar dari pengembang terkadang memiliki warna atau desain yang tidak menyatu dengan konsep interior. Gritzen menyarankan penggantian pada area tertentu yang paling sering terlihat dengan model yang lebih sesuai dengan warna dinding maupun gaya ruangan.
“Anda tidak perlu mengganti setiap sakelar atau stopkontak di rumah, namun memberikan perhatian khusus pada elemen-elemen ini di area-area utama dapat membuat interior terasa jauh lebih berkelas,” ujarnya.
5. Pengharum Ruangan dan Lilin Tidak Sesuai Konsep
Elemen terakhir yang kerap luput dari perhatian adalah pengharum ruangan dan lilin. Selain memberikan aroma, kedua benda tersebut juga menjadi bagian dari tampilan interior.
Aroma yang terlalu menyengat atau terasa artifisial dapat mengganggu kenyamanan. Sementara itu, wadah lilin dengan desain terlalu ramai atau logo yang dominan dapat membuat meja maupun sudut ruangan terlihat penuh.
Menurut Gritzen, pemilihan produk sebaiknya mempertimbangkan dua hal sekaligus, yakni aroma dan tampilan wadahnya.
“Wadah dan aroma lilin sebaiknya melengkapi ruangan, bukan justru mendominasi atau ‘bersaing’ dengan elemen ruangan lainnya,” katanya.
Pada akhirnya, menciptakan rumah yang terlihat menarik tidak selalu membutuhkan tambahan furnitur atau dekorasi baru. Penataan yang lebih selektif, pemilihan detail yang sesuai, serta keselarasan setiap elemen justru dapat membuat ruangan terasa lebih rapi dan nyaman.



