Otoritas Transportasi Shanghai meminta Warga Untuk Memakai masker

FOTO: Antara

Kota metropolitan Shanghai di China timur mengimplementasikan sejumlah langkah ketat guna mengekang wabah terbaru COVID-19 setelah mencatat lebih dari 100 kasus penularan lokal dalam 48 jam terakhir, demikian disampaikan otoritas setempat pada Kamis (10/3).

Sebagai kota pelabuhan utama di China, Shanghai dengan gencar mengidentifikasi kasus impor sembari mencegah lonjakan kembali kasus domestik, yang merupakan tantangan besar, Direktur Komisi Kesehatan Kota Shanghai Wu Jinglei dalam sebuah konferensi pers.

Dalam dua bulan pertama 2022, megakota dengan populasi hampir 25 juta jiwa tersebut mencatat 1.243 kasus terkonfirmasi COVID-19 yang berasal dari luar China Daratan, mencakup sekitar 38 persen dari total kasus impor di seluruh China daratan. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 80 persen dari total kasus impor yang dilaporkan di Shanghai pada tahun lalu.

Kepala Pusat Penyakit Menular di Rumah Sakit Huashan Universitas Fudan yang berbasis di Shanghai Zhang Wenhong mengatakan kendati tingkat keparahan COVID-19 mereda karena sejumlah faktor, termasuk meningkatnya tingkat vaksinasi, virus menjadi lebih mudah menyebar dan lebih sulit untuk dideteksi.

<

Dia mengatakan bahwa upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 selanjutnya mungkin akan menjadi tugas yang lebih berat.

Shanghai yang dihadapkan pada situasi yang suram merespons secara cepat, dengan fokus pada penelusuran asal-usul virus, mendorong tes asam nukleat massal, serta melakukan karantina dan perawatan medis secara tepat waktu.

“Saat subvarian Omicron BA.2 yang lebih menular secara bertahap menjadi versi dominan COVID-19, yang lebih sulit diidentifikasi, strategi pencegahan dan pengendalian secara keseluruhan harus lebih dioptimalkan dan disesuaikan,” kata Wu.

Institusi medis di Shanghai telah memperkuat perawatan berbasis kategori dan manajemen hierarkis layanan medis. Misalnya, ibu hamil, anak-anak, dan pasien penyakit kritis yang membutuhkan hemodialisis, radioterapi, atau kemoterapi, diprioritaskan.

Otoritas transportasi Shanghai meminta warga untuk memakai masker dan mengukur suhu tubuh mereka saat menggunakan transportasi umum. Kereta metro dan bus diwajibkan untuk menjaga ventilasi yang baik, sementara taksi dilarang melakukan perjalanan ke daerah berisiko sedang atau tinggi.

Komisi Pendidikan Kota Shanghai terus mengoptimalkan dan meningkatkan sumber daya kursus daring (online), dengan beberapa sekolah mengadopsi pengajaran online.

Shanghai juga menangguhkan tur kelompok lintas provinsi. Tempat-tempat budaya, pariwisata, dan ilmu pengetahuan, termasuk Museum Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Shanghai, ditutup sementara.

Dengan rencana dan langkah-langkah yang diterapkan, Shanghai memastikan pasokan kebutuhan sehari-hari yang stabil. Pabrik besar Bright Dairy & Food Co., Ltd., salah satu produsen susu terkemuka China yang berbasis di Shanghai, dapat memasok lebih dari 1.000 ton produk setiap hari dan memiliki bahan baku yang cukup untuk produksinya saat ini. (ANTARA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup