RS Mata Achmad Wardi, Rumah Sakit Profesional yang di Inisiasi BWI dan Dompet Dhuafa

Foto bersama Pimpinan RS Mata Achmad Wardi dan Dompet Dhuafa Banten.

BANTEN – Dalam rangka kegiatan Press Touring Wake Up Wakaf yang digelar oleh Dompet Dhuafa (DD) Pusat, mengajak para jurnalis mengunjungi aset dari wakaf Badan Wakaf Indonesia (BWI), Dompet Dhuafa dan Rumah Sakit (RS) Mata Achmad Wardi, di lontarabaru, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten. Rabu, (13/10/2021).

RS Mata Achmad Wardi berdiri sejak Oktober 2017 ini merupakan RS hasil wakaf yang berdiri di Kota Serang, Banten. Rumah sakit yang diinisiasi Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Dompet Dhuafa ini memiliki banyak manfaat bagi masyarakat, khususnya manfaat ekonomi dan sosial.

Rumah Sakit Visi nya memberi pelayanan kesehatan mata yang bernuansa Islami, profesional dan ramah dhuafa untuk wilayah Serang dan sekitarnya.

Dengan Misi memberi pelayanan klinis dengan mengutamakan mutu dan keselamatan pasien, meningkatkan kualitas dan profesional SDM, serta menggalang kemitraan dan kepedulian publik untuk tentunya membantu kesehatan masyarakat.

CA585463 302C 4A1E AE36 907366AD5D60
Foto: Salah satu alat mata pasien yang sedang di periksa.

“Iya untuk sampai bulan ini saja kita sudah melayani 23 ribu pasien rawat jalan, Dimana hampir dalam 1 hari ada 8 sampai 10 pasien yang kita operasi”kata dr. Rasyid Ridho Anazrie MARS, sebagai Direktur Pelayanan Medis, saat diwawancara.

Masih kata dr.Rasyid, Ia pun mengatakan rata-rata ada 200 sampai 300 pasien yang dioperasi dalam satu bulan.

“Tim ini memang kerennya cenderung meningkat tiap bulan dan tiap tahun nya. Apalagi layanannya sekarang lebih komprehensif artinya center-center yang baru sudah berjalan”tuturnya.

Tambahan, “saat ini kita sudah ada beberapa layanan baru seperti pediatrik layanan mata khusus anak, terus kita kembangkan untuk kebutuhan masyarakat yang ada di sekitar sini.”ungkapnya.

Diketahui, RSMAW telah resmi bekerjasama FKUI dan RSCM sebagai rumah sakit satelit pendidikan sehingga untuk menunjang perlu dibuat center-center. Dengan menjadi seperti beberapa rumah sakit mata ternama sebagai penyedia bank, sebagai bank mata yang ada di Indonesia.

“Total tenaga medis saat ini 70, tenaga dokter mungkin hampir 100 Total ya kurang lebih seperti itu gambarannya.”pungkasnya.

Selain itu ditempat yang sama, Pimpinan Dompet Dhuafa cabang Banten, Mokhlas Pidono, dalam sambutannya mengatakan

“Agendanya saat ini dimana sedang mengkampanyekan salah satu gerakan wakaf di Nusantara dengan temanya Wake Up Wakaf. diharapkan bisa menjadi gerakan yang menumbuhkan jiwa cinta terhadap wakaf”teranganya.

Menurut Mokhlas Pidono, dengan nominal 10 ribu, 20 ribu bahkan nominal yang sama dengan harga secangkir kopi bisa ikut mendukung aset-aset yang ada di Indonesia.

“Saya mungkin lebih cenderung bahas ke karena Rumah sakit mata ini dari pertama didirikan. ya jadi dulu memang rumah sakit ini menjadi bangunan yang boleh dikatakan tidak berfungsi. Karena pembangunannya mengalami kendala, pengelolaannya ke Dompet Dhuafa dan sejak saat itu kita harus mengulang untuk meminta izin lingkungan ke masyarakat dan lain sebagainya”ucapnya.

Lanjutnya, “Karena dulu ini sebenarnya bukan rumah sakit mata, Tapi rumah sakit ibu dan anak awalnya. Ketika memang memproses kita untuk meminta izin ke Rumah Sakit l beroperasi sejak Oktober 2017 kalau enggak salah ya Pak, memberikan dampak yang bukan hanya secara finansial baik”paparnya.

Selain itu juga, secara sosial berjalan baik setiap donasi ataupun dana-dana untuk program sosial dari rumah sakit ini.

“Kita alhamdulillah selalu kita kerjasamakan persahabatan. Kemarin kita baru saja menyalurkan kado Muharam anak yatim ya Pak ya dan ada juga pembagian kacamata gratis. yang digulirkan kembali kepada masyarakat jadi Dompet Dhuafa jadi eksekusi. Seperti itu pak”jelasnya. (Ardi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup