Menu

Mode Gelap

Kabar Parlemen · 7 Okt 2021 04:43 WIB ·

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto meminta Pemerintah untuk menerbitkan Inpres


					Foto: PKS.ID Perbesar

Foto: PKS.ID

JAKARTA — Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS Mulyanto meminta Pemerintah untuk menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) terkait target elektrifikasi 100 persen di tahun 2022.

Tanpa dukungan inpres Mulyanto menilai target elektrifikasi itu sekedar janji manis atau lip service yang ujungnya tidak dapat direalisasikan.

“Kita sudah dengar target elektrifikasi ini berulang kali. Toh akhirnya mundur lagi dari target yang ditentukan. Kali ini kita minta Pemerintah serius dengan target tersebut. Karena itu untuk membuktikannya harus dengan inpres. Agar rakyat yakin Presiden sungguh-sungguh soal target elektrifikasi 100 persen ini,” kata Mulyanto.

Dalam Rapat dengan Komisi VII DPR RI, Pemerintah menyampaikan, bahwa pada tahun 2022, rasio elektrifikasi akan mencapai seratus persen. Menanggapi hal tersebut Mulyanto minta, Pemerintah sungguh-sunguh terhadap rencana ini, jangan sekedar janji apalagi PHP.

Untuk itu, Mulyanto meminta Presiden Jokowi mengeluarkan inpres. Tidak cukup Dirut PLN atau Menteri ESDM yang menyampaikan hal tersebut ke publik. Karena janji seperti ini bukan yang pertama kali. Sejak dua tahun yang lalu janji-janji ini diputar-ulang terus. Dan ujung-ujungnya tidak terealisasi alias PHP.

“Pemerintah harus sungguh-sungguh mewujudkan keadilan listrik ini. Sudah lebih dari tujuh puluh tahun Indonesia merdeka, tetapi tetap masih ada desa dan keluarga yang gelap dari listrik. Ini sungguh ketidakadilan dan cermin ketimpangan,” kata Mulyanto saat Rapat Panja Listrik Komisi VII DPR RI dengan Dirjen Gatrik Kementerian ESDM dan Dirut PLN, Rabu, (29/09/2021).

Untuk diketahui, RUPTL 2021-2030 menargetkan rasio elektrifikasi nasional sebesar seratus persen pada tahun 2022. Rasio elektrifikasi diartikan sebagai jumlah rumah tangga yang sudah mendapat aliran listrik terhadap seluruh rumah tangga nasional.

Sekarang ini rasio elektrifikasi sudah mencapai 99.37 persen. Dimana rumah tangga yang belum berlistrik sebanyak 483.012.

Program andalan yang akan digulirkan Pemerintah untuk mewujudkan seratus prosen rasio elektrifikasi nasional adalah program bantuan pasang baru listrik (BPBL) 450 VA bagi keluarga yang terdaftar dalam DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial) Kemensos atau berada di daerah 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal). Anggaran program ini disediakan baik melalui dana CSR badan usaha sektor ESDM maupun melalui dana APBN tahun 2022 dengan target 217.946 RT.

Sumber: PKS.ID

Artikel ini telah dibaca 63 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Puan Maharani Tegaskan Vaksin Booster Harus Diakselerasikan

17 September 2022 - 04:00 WIB

2720EBC6 750A 4964 A69E 60DFCD898D8F

Puteri Komarudin mengimbau Agar Pendataan Perlinsos Optimal

13 September 2022 - 12:29 WIB

91B05D16 9B30 4201 836D ABC83DFC538E

7 Perwira Polri, Ahmad Sahroni: Sidang Kode Etik Dulu

3 September 2022 - 06:02 WIB

6E4EE960 6F58 45AB B490 D6BBB64CDED2

Baleg DPR RI Bahas Daftar Usulan Prolegnas

30 Agustus 2022 - 11:00 WIB

1E4D30C7 C0EE 4689 BFD7 A7D184CDDE6C

Komisi X DPR RI menerima Audiensi Para Guru

30 Agustus 2022 - 01:22 WIB

C88035B4 D6E5 4E52 8B9F B51148E74E12

Komisi II DPR RI Resmi Bentuk Panja RUU Provinsi Papua Barat Daya

30 Agustus 2022 - 01:17 WIB

426CE9AA 3069 4CCC BE85 026F8E87D7D0
Trending di Kabar Parlemen