Wow! Mahasiswa Bawa 1 Bundel Data Resmi Laporkan Eks Dirut Perumda Tirta Bhagasasi ke Kejari Bekasi

Tak tanggung-tanggung, Mahasiswa pun membawa satu bundel berkas data yang dilaporkan ke Kejari Bekasi.

Ratusan Aliansi Mahasiswa Peduli Sosial Demokrasi (AMPSI) melakukan aksi damai dan ramai-ramai mendatangi Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Senin (24/06/2024).

Mahasiswa melaporkan eks Direktur Utama Perusahan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bhagasasi, URS karena diduga sudah membuat kerugian bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut selama menjabat.

Perwakilan AMPSI, Syahridin mengatakan dari hasil kajiannya, terdapat banyak kejanggalan yang ditemukan selama yang bersangkutan menjabat sebagai Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi.

Salah satunya dugaan rekayasa audit perusahaan, sehingga perusahaan seolah-olah dalam kondisi baik dan menguntungkan. Padahal realitanya perusahaan dalam keadaan sakit dan berpotensi mengalami kebangkrutan.

“Aksi kita hari ini hasil dari kajian-kajian kita mengindikasikan URS selaku mantan Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi terkait laporan audit yang fiktif,” kata Syaridin.

Kemudian, mereka juga menduga URS mengutak-atik prihal anggaran asuransi pensiunan milik pegawai Perumda Tirta Bhagasasi yang nilainya mencapai puluhan miliar. Bengkaknya piutang perusahaan ke pihak ketiga, hingga penyimpangan pemanfaatan penyertaan modal yang telah diberikan oleh pemerintah daerah antara perencanaan dan realisasi pengalokasian anggaran.

“Termasuk dugaan banyaknya karyawan fiktif sebanyak ratusan orang yang mana nama dan gajinya ada, tetapi orangnya tidak ada,” kata Syahridin.

Dirinya menyatakan langkah hukum yang AMPSI tempuh diharapkan mendapatkan dukungan dan perhatian semua pihak. AMPSI meminta agar Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi segera memproses laporan yang telah disampaikan.

Tak tanggung-tanggung, Mahasiswa pun membawa satu bundel berkas data yang dilaporkan ke Kejari Bekasi.

“Harapan kami adalah untuk segera diproses dalam waktu sesingkat-singkatnya. Tentunya kami akan mengawasi dan mengawal kasus ini. Semua kerugian yang dialami Perumda Tirta Bhagasasi berdampak sekali. Baik kepada masyarakat maupun ke Pemerintah daerah sendiri karena patut diduga tidak ada laba bersih yang disetor menjadi PAD (Pendapatan Asli Daerah) setiap tahunnya,” kata dia.

Tutup