OJK Tekankan ke Generasi Muda Tentang Literasi Keuangan

Otoritas Jasa Keuangan. (OJK)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah mewanti-wanti kepada masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan influencer yang menawarkan pinjaman online (pinjol).

Hal ini disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi & Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, pada Jumat (6/7/2024).

“Total kerugiannya yang ditimbulkan sampai Rp140 triliun,” kata Friderica.

Ia menyampaikan data itu dalam acara Bisnis Indonesia Goes to Campus 2024 di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM).

Lantas, ia mengimbau kepada pemuda khususnya para mahasiswa sebagai generasi muda supaya memahami aspek perencanaan keuangan atau financial planning.

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan OJK pada 2022 mencatat generasi muda memiliki tingkat literasi dan inklusi keuangan yang rendah.

Sementara tingkat inklusi keuangannya di angka 69 persen. Angka itu jauh di bawah tingkat literasi dan inklusi keuangan nasional dengan nilai 49,7 persen dan 85 persen.

“Oleh karena itu, perencanaan keuangan sejak dini dan juga literasi keuangan, pemahaman tentang produk jasa keuangan. Termasuk membedakan mana yang aktivitas legal maupun ilegal menjadi satu hal penting dan sangat krusial,” ujarnya.

“Bahkan ini menjadi salah satu hal yang harus dimiliki. Sebagai essential life skill untuk seluruh generasi muda di Indonesia,” pungkasnya.

Tutup