Kritik Kebijakan UKT, Mahasiswa Unri Dilaporkan Rektor ke Polisi

Dalam pengakuannya, Khairiq Anhar menyebut jika dipolisikan Rektor Unri usai mengkritik kebijakan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Dalam kebijaka itu, ada ketentuan terkait Iuran Pembangunan Institusi (IPI) di lingkungan Unri.

terkenal.co.id – Mahasiswa Universitas Riau (Unri) bernama Khairiq Anhar dilaporkan rektornya Sri Indarti ke Polda Riau terkait kritikan biaya kuliah mahal lewat konten video yang diunggah di media sosial pada 15 Maret 2024.

Dalam pengakuannya, Khairiq Anhar menyebut jika dipolisikan Rektor Unri usai mengkritik kebijakan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Dalam kebijaka itu, ada ketentuan terkait Iuran Pembangunan Institusi (IPI) di lingkungan Unri.

Di mana, Unri memberlakukan IPI untuk sejumlah program studi. Jumlah biaya IPI bervariasi tiap prodi. Karena kebijakan itu, mahasiswa Unri melakukan protes, salah satunya dengan membuat konten media sosial.

Adapun kuasa hukum Sri Indarrti, Muhammad A. Rauf membenarkan soal pelaporan mahasiswa Unri tersebut. Menurut dia,  Khariq dilaporkan atas pencemaran nama baik di UU ITE terhadap Sri Indarti.

Sri mempersoalkan kalimat ‘Sri Indarti broker pendidikan’ dan menampilkan wajah Sri Indarti. Menurut Rauf, hal itu dianggap sudah menyerang harkat dan martabat Sri Indarti.

“Itu sudah menyerang pribadi dan kehormatan Sri sebagai orang yang punya keluarga. Tentu banyak pihak yang melihat unggahan video tersebut sehingga Rektor merasa tercemar nama baiknya,” kata Rauf, dilansir tempo.co, Selasa (7/5/24).

Ia juga membantah, Sri Indarti anti kritik terhadap kebijakan IPI. Menurut Rauf, kebijakan uang pangkal tersebut sudah sesuai dengan Permendikbudristekdikti Nomor 2 Tahun 2024 tentang Standar Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi pada PTN di lingkungan Kemendikbudristekdikti.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Hery Murwono saat dikonfirmasi, menjelaskan pihaknya tengah melakukan penyelidikan terhadap laporan Sri Indarti.
“Perkaranya dalam tahap penyelidikan,” ujar Kombes Hery, Rabu (8/5/24).
Saat ditanya sejauh mana perkembangan penyelidikan, Kombes Hery mengatakan pihaknya masih dalam rangka pemeriksaan saksi-saksi. Pelapor dan terlapor juga sudah diperiksa.
“Sudah. Terlapor dan pelapor sudah kami mintai keterangan. Nanti kita lihat perkembangannya bagaimana dari penyidik ya,” tandasnya.

Editor: Wilujeng Nurani

Tutup