Kuota Haji Penuh, Kemenag Imbau Masyarakat Tak Tergiur Modus Visa Non Haji

Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Kemenag, Anna Hasbie, mengingat banyaknya tawaran berangkat dengan selain visa haji, baik mengatasnamakan visa petugas haji, visa ummal, visa ziarah, hingga multiple.

terkenal.co.id – Kementrian Agama (Kemenag) mengimbau masyarakat untuk tidak tertipu dengan beragam tawaran bisa memberangkatkan haji dengan visa non haji. Pasalnya, kuota haji Indonesia sudah terpenuhi.

Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Kemenag, Anna Hasbie, mengingat banyaknya tawaran berangkat dengan selain visa haji, baik mengatasnamakan visa petugas haji, visa ummal, visa ziarah, hingga multiple.

“Jemaah agar berhati-hati terhadap tawaran berangkat dengan visa non haji. Saat ini, kuota haji Indonesia sudah terpenuhi. Jemaah jangan tergiur hingga tertipu tawaran berangkat dengan visa non haji,” kata Anna Hasbie, dilansir dari akun resmi Kemenag, Minggu (5/5/24).

Lebih lanjut, Anna mengingatkan bahwa tahap pelunasan biaya haji juga sudah ditutup. Oleh karena itu, masyarakt dimohon agar tidak tertipu dengan oknum yang ingin memanfaatkan kesempatan.

“Kami memahami antusiasme masyarakat untuk beribadah haji. Tapi publik juga jangan sampai tertipu oleh oknum yang ingin memanfaatkan kesempatan dengan menjajikan keberangkatan dengan visa non haji,” ujarnya.

“Tahun lalu, banyak kasus jemaah yang akhirnya dideportasi setibanya di Arab Saudi,” lanjut Anna.

Selain dideportasi, kata Anna, risiko lain yang ditanggung yakni tidak diperbolehkan masuk ke Saudi hinga 10 tahun ke depan.

“Jadi, selain tidak bisa berhaji, juga tidak bisa umrah selama 10 tahun,” tegasnya.

Sebagai informasi, tahun ini kuota haji Indonesia sebanyak 221.000 jemaah. Indonesia juga mendapat 20.000 tambahan kuota. Sehingga, total kuota haji Indonesia adalah 241.000 jemaah, terdiri atas 213.320 jemaah haji reguler dan 27.680 jemaah khusus.

Adapun jemaah haji reguler akan mulai berangkat ke Arab Saudi pada 12 Mei 2024. Sementara, jemaah haji khusus akan mulai terbang ke Tanah Suci pada 23 Mei 2024.

Editor: Wilujeng Nurani

Tutup