KFC Bakal Tutup 100 Gerai di Malaysia

QSR Brands (M) Holdings Bhd, yang merupakan induk perusahaan KFC dan Pizza Hut di Malaysia, menyatakan bahwa mereka menutup sementara seluruh gerai KFC dengan alasan

KFC telah menutup sementara lebih dari 100 gerai di Malaysia sebagai dampak dari aksi boikot terhadap produk yang diduga mendukung agresi Israel terhadap Palestina.

Menurut laporan Harian Tiongkok Nanyang Siau Pau, sebanyak 108 gerai restoran cepat saji asal Amerika tersebut telah berhenti beroperasi. Wilayah yang paling terdampak adalah Kelantan, dengan hampir 80 persen atau 21 gerai yang ditutup.

QSR Brands (M) Holdings Bhd, yang merupakan induk perusahaan KFC dan Pizza Hut di Malaysia, menyatakan bahwa mereka menutup sementara seluruh gerai KFC dengan alasan “respons terhadap kondisi ekonomi yang menantang”.

Perusahaan juga menawarkan kesempatan pemindahan penugasan kepada karyawan yang terkena dampak penutupan gerai.

“QSR Brands dan KFC Malaysia telah mengambil langkah proaktif untuk menutup sementara gerai sebagai cara untuk mengelola peningkatan biaya bisnis dan fokus pada zona perdagangan dengan keterlibatan tinggi,” katanya dalam sebuah pernyataan, Senin (29/4) malam, seperti dilansir Reuters.

Sebelumnya, media lokal telah melaporkan tentang adanya boikot terhadap KFC atas dugaan keterkaitannya dengan Israel.

Seperti Indonesia, Malaysia juga didominasi oleh penduduk Muslim yang secara luas diduga mendukung Palestina.

Beberapa merek makanan cepat saji lain dari Barat juga menjadi sasaran boikot sebagai respons terhadap konflik di Gaza.

Meskipun belum ada informasi resmi tentang jumlah gerai yang terkena dampak, media lokal melaporkan bahwa lebih dari 100 gerai ditutup sementara.

Tutup