Guna Jaga Keamanan, RT/RW di Kabupaten Bekasi Diminta Mendata Warga yang Mudik

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Twedi Aditya Bennyahdi dilokasi Pasar Tumpah Cikarang. Foto: Dok/terkenal.co.id.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Twedi Aditya Bennyahdi meminta masyarakat aktifkan kembali Pam Swakarsa di lingkungannya saat momen libur mudik Lebaran 2024.

Twedi juga telah meminta setiap polsek agar melakukan pembentukan tim pengamanan lingkungan bekerjasama dengan perangkat RT, RW dan sekuriti.

“Kami mengarahkan Babinsa Bhabinkamtibmas dan aparat pemerintah setempat untuk adanya pam swakarsa untuk bantu TNI-Polri dalam pengamanan,” kata Twedi pada Jumat (5/4/2024).

Dia menjelaskan, pihaknya juga bakal meningkatkan patroli serta pengawasan wilayah saat momen mudik lebaran.

Warga pergi mudik diminta melapor ke RT/ RW agar bisa dilakukan pemantauan kondisi rumahnya.

“RT/ RW juga kami sudah minta agar mendata warga yang mudik ini. Jadi kita bisa sama-sama menjaga keamanan lingkungan,” katanya.

Dia juga berpesan kepada masyarakat yang meninggalkan rumah untuk mudik ke kampung halamannya agar mengecek instalasi listrik dan mematikan barang-barang elektronik.

Pastikan barang elektronik tidak menyolok saat ditinggal mudik. Juga mencabut regulator tabung gas.

“Diharapkan ini mencegah terjadi kebakaran saat rumah ditinggal mudik,” ucapnya.

Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan juga mengimbau hal serupa. Dirinya mengimbau warga mengaktifkan pasukan pengamanan masyarakat (PAM) swakarsa atau sistem keamanan lingkungan (Siskamling). Baik di lingkungan tempat tinggal, kerja maupun pendidikan menjelang Lebaran tahun 2024.

”Upaya ini dilakukan untuk mewujudkan lingkungan yang kondusif dan mencegah timbulnya gangguan keamanan, ketenteraman dan ketertiban masyarakat,” tambah Dani.

Dani mengimbau untuk masyarakat yang akan mudik dipersiapkan kelaiakan kendaraannya yang akan dipergunakan mudik .

Lalu, warga hendak mudik melapor ke RT/ RW atau petugas keamanan setempat. Tujuannya agar rumahnya dapat dikontrol keamanannya dan terhindar dari aksi kejahatan.

“Rumah yang ditinggalkan dititipkan ke RT/ RW atau satuan petugas keamanan setempat, karena itu akan dipatroli,” jelasnya.

Tutup