Usai Disoroti Aktivis Perempuan, Kasus Pelecehan Anak Dibawah Umur di Kabupaten Bekasi Mulai Diproses

Ilustrasi pelecehan seksual.

terkenal.co.id – Maraknya kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang sering terjadi baru-baru ini, membuat resah masyarakat.

Bagaimana tidak, anak yang merupakan generasi penerus bangsa ini dirusak dimasa-masa pertumbuhannya.

Selain itu, masyarakat juga menjadi resah dan khawatir akan keamanan yang ada di lingkungan sekitar anak-anak mereka.

Hal ini menunjukan bahwa anak-anak belum mendapat perlindungan atas keamanan dalam kehidupannya sehari-hari.

Belum lama ini juga, kasus pelecehan seksual anak dibawah umur terjadi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang baru berusia 5 tahun (LN).

Kejadian itu berawal pada saat ibu korban sedang pergi ke warung untuk membeli makan. Sementara, korban LN berada dirumah sendirian.

Kemudian, pelaku yang sudah berusia lanjut EN (60) yang diketahui merupakan tetangga mendatangi korban dan melakukan tindak pelecehan tanpa diketahui ibu korban. LN mengaku bahwa pelaku sudah 3 kali melakukan aksi tidak senonoh itu.

Terungkapnya kasus pelecehan tersebut berawal korban LN mengeluh kepada ibunya RS (30), karena merasakan sakit diarea kemaluannya.

Dari pengakuan LN itulah, akhirnya ibu korban melapor ke Layanan PPA Kecamatan pada 3 Januari 2024 dan berlanjut membuat laporan ke Polres Metro Bekasi pada 5 Januari 2024 dengan Nomor: LP/B/39/I/2024/SPKT/Polres Metro Bekasi/Polda Metro Jaya.

Kendati demikian, dari sejumlah aktivis dan advokat perempuan, Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Universitas Pelita Bangsa, Rumah Perempuan dan Anak (RPA) Kabupaten Bekasi dan Forum Advokasi Perempuan dan Anak Bekasi (Firasi) hingga melakukan advokasi kekerasan seksual anak yang terjadi di Kebupaten Bekasi, Jawa Barat ini.

Kasus Viral Disoroti Aktivis Perempuan

Dalam kasus ini, RPA Kabupaten Bekasi, Firasi, dan KOPRI PMII Universitas Pelita Bangsa kecewa sebab kurang maksimalnya kinerja PPA Kecamatan setempat, UPTD PPA Kabupaten Bekasi, serta Unit PPA Polres Metro Bekasi dalam penanganan kasus pelecehan tersebut.

“Kami sangat menyayangkan PPA Kecamatan, UPTD PPA Kabupaten Bekasi, dan Unit PPA Polres Metro Bekasi, karena kasus ini belum selesai padahal sudah hampir 2 bulan,” kata Annisa Budi Akhlani Bidang Advokasi Rumah Perempuan dan Anak pada Sabtu (17/2/2024) lalu.

Sementara itu, Indah Wulandari Bidang Eksternal Kopri UPB menilai ketidakseriusan Unit PPA Polres Metro Bekasi dalam penanganan pelecehan seksual yang menimpa LN anak yang masih dibawah umur yang masih dalam UU Perlindungan Anak.

“Sebab, pada saat kita menanyakan kepada ibu korban berkaitan perkembangan laporan ternyata masih belum ada tindak lanjut yang pasti dari Unit PPA Polres. Sedangkan laporan polisi sudah masuk sejak 1 bulan lebih,” ungkapnya.

Tutup