Buntut Kantornya Digeruduk Massa, Anggota PPK di Cikarang Lapor ke Polisi

Terlihat dalam video yang diterima terkenal.co.id, sejumlah massa tersebut nyaris adu jotos dengan para petugas, hal tersebut bentuk protes adanya temuan kotak suara tanpa adanya segel.

terkenal.co.id – Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Cikarang Timur melaporkan dugaan tindakan penganiyaan yang dialaminya beberapa waktu lalu ke pihak kepolisian.

“Jadi (dilaporkan) semalam sama Pak Anggi,” kata Koordinator Bidang SDM, Hukum dan Pengawasan PPK Cikarang Timur, Bally Fadilah, Senin (19/02).

Akibat perbuatan pelaku, korban mengalami sakit dan luka memar pada bagian lengan sebelah kiri bagian atas. Berbekal hasil visum dan rekaman video kejadian, pihaknya berharap polisi dapat menindak tegas pelaku.

“Kita juga meminta pelindungan kemananan mengingat mulai Selasa besok mulai digelar rapat pleno penghitungan suara tingkat kecamatan,” ungkap Bally.

Laporan dugaan tindak penganiayaan ini teregister dengan nomor LP/B/21/II/2024/SPKT/Sek Ciktim/Restro. Bks/Polda Metrojaya per tanggal 18 Februari 2024.

Kantor PPS Desa Karangsari Digeruduk Massa

Sebelumnya, massa yang diduga berasal dari Tim Sukses (timses) salah satu calon anggota legislatif (caleg) di Kabupaten Bekasi menggeruduk kantor sekretariat Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jum’at (16/02) malam.

Mereka menduga ada kecurangan yang dilakukan penyelenggara pemilu di tingkat desa lantaran hingga hari kedua pasca pencoblosan, kotak suara hasil penghitungan Kelompok Pemungutan Suara (KPPS) belum dikirim ke gudang logistik Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Cikarang Timur.

“Sebelumnya kami mendapatkan informasi bahwa terdapat kotak suara yang masih tersimpan di kantor desa dan informasi itu ternyata benar. Kami menemukan banyak kotak suara yang belum dikirim kembali ke kecamatan setelah dua hari pengitungan surat suara di TPS,” kata Ilham, salah seorang perwakilan massa.

Tutup