Usai Raffi Ahmad Bantah Tudingan Pencucian Uang, Begini Kata Ketua DPP NCW

Ketua DPP National Corruption Watch (NCW), Hanifa Sutrisna.

terkenal.co.id –  Usai Raffi Ahmad membantah tudingan pencucian uang, Ketua DPP National Corruption Watch (NCW), Hanifa Sutrisna, kembali buka suara. Pihaknya, menjelaskan tudingan itu atas adanya aduan masyarakat kepada NCW.

“Dalam hal ini NCW menyampaikan bahwa fungsi penegakan itu bukan di DPP NCW, fungsi kami adalah menganalisasi pengaduan masyarakat yang datang ke NCW,” kata Hanifa Sutrisna yang diunggah detikcom dikutip terkenalcoid pada Senin (5/2/2024).

Lebih lanjut, kata Hanifa Sutrisna, ia mengungkapkan ada dua aduan dari masyarakat terkait dugaan pencucian uang yang melibatkan suami Nagita Slavina itu.

“Hingga saat ini ada dua laporan yang sudah konfirmasi soal dugaan itu,” tutur Hanifa Sutrisna.

Tak hanya itu, NCW pun menilai ada kejanggalan soal kekayaan Raffi Ahmad yang meningkat drastis dalam tiga tahun terakhir.

“Dalam waktu tiga tahun terakhir, dia bisa mendapatkan kekayaan hingga triliunan, bagi kami, mempelajari aktivitas keuangan itu dilihat dari history,” kata Hanifa Sutrisna.

“Apa iya secara tiga tahun orang bisa memiliki kekayaan triliunan? Ini masih dugaan dan masih dalam proses dipelajari dan di-review,” pungkasnya.

Menurut NCW, ini adalah momentum saat berani mengungkapkan kepada publik. Bayangkan, sudah sejak tahun 2020 hingga saat ini perekonomian Raffi Ahmad meningkat drastis.

“Yang menjadi momentum kami, bahwa perusahaan ini dibangun dan dibesarkan tahun 2020 sejak COVID, logika sederhana bagi kami orang keuangan, me-leverage perekonomian dalam waktu tiga tahun, kita bisa hitung-hitunglah,” katanya.

Pihak NCW masih mempelajari bukti atas dua aduan masyarakat terkait dugaan pencucian uang tersebut sebelum diteruskan ke ranah hukum.

“Wajar atau tidak wajar, masyarakat bisa menilai. Kalau wajar saja dia kerja pagi sampai pagi lagi, banyak orang kerja pagi sampai malam, bahkan ada yang tidak tidur,” paparnya.

Ditanya soal bukti-bukti, Pihak NCW enggan mengungkapkannya. Namun, jika bukti tersebut cukup kuat, pihaknya akan melanjutkan perkara ini ke ranah hukum.

i “Kami belum bisa menyampaikan di sini (soal bukti), karena tahap berikutnya akan disampaikan ke aparat penegak hukum. Jika seandainya cukup bukti dan secara hukum, kita akan teruskan apakah layak sebagai aduan yang memiliki delik,” ujar Hanifa Sutrisna.

Pihak NCW juga tak ingin terburu-buru dalam melanjutkan perkara ini ke jalur hukum. Hanifa Sutrisna mengatakan pihaknya masih mendalami bukti-bukti yang disampaikan melalui aduan masyarakat tersebut.

“Aduannya telah terjadi tindak pidana korupsi yang nantinya ada tindak pidana lanjutan dugaannya yang melibatkan saudara R. Ini masih kami dalami, kami juga tidak mau gegabah,” paparnya.

Sebelumnya, Raffi Ahmad dalam keterangannya dalam konferensi pers dihari yang sama, membantah pernyataan Ketua NCW ini terkait kasus pencucian uang yang dananya berasal dari berbagai pengusaha dan orang-orang yang diduga melakukan korupsi.

Raffi berdalih sumber kekayaan yang dimilikinya merupakan buah dari kerja keras dan juga perjuangannya saat menjadi artis sejak dirinya berusia 17 tahun.

“Saya kerja dari umur 13 tahun, sampai 37 tahun, hampir 25 tahun kerja dan alhamdulillah sampai detik ini saya dipercaya oleh stasiun TV dan lain-lain dan saya menabung. Hitung saja aku menabung, ditambah ada perusahaan RANS 6 tahun lalu, dan sebelumnya saya sudah katakan bahwa valuasinya Rp 2,7 triliun, valuasi, masuk Investment dari EMTEK,” kata Raffi Ahmad.

Tutup