Mahasiswa Minta Bawaslu Kabupaten Bekasi Tegas Terkait Dugaan Pelanggaran Pemilu Caleg Verrell Bramasta

Kantor Bawaslu Kabupaten Bekasi.

terkenal.co.id – Dalam kasus dugaan pelanggaran pemilu salah satu caleg DPR RI Dapil 7 Jabar Verrell Bramasta yang belum lama ini diduga telah kampanye di halaman tempat Ibadah diwilayah Cikarang, turut disoroti oleh Mahasiswa Kabupaten Bekasi.

Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Kabupaten Bekasi Yogi Trinanda, pihaknya mendesak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bekasi mampu bekerja profesional dalam menangani dugaan pelanggaran yang terjadi di Kabupaten Bekasi.

“Pada kali ini saat pesta demokrasi lima tahunan berjalan dengan adanya peserta pemilu berpolitik dengan cara tidak fair dalam arti melanggar aturan, tentunya itu harus menjadi bahan evaluasi dari penyelenggaraan pemilu yakni Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bekasi,” kata dia yang diunggah KBE (Cikarang Ekpres) dikutip terkenalcoid pada 18 Januari 2023.

Menurutnya berkaitan persoalan politik hari ini biasanya pada sebelum-sebelumnya para politikus dan peserta pemilu ini seharusnya mengusung politik yang aman, damai, tentram, riang dan gembira.

Meski begitu, kata Yogi para peserta pemilu saat berkerja seiring pesta demokrasi lima tahunan berlangsung di 2024 sedikit banyaknya dirasa para peserta pemilu dan politikus ini disinyalir tidak fair dalam berpolitik.

“Kalo menyinggung berkaitan soal kasus peserta pemilu tidak fair contohnya yang terbaru ada peserta pemilu yang juga artis dari salah satu partai yang sudah jelas menurut dari foto dan kegiatannya dia melakukan kampanye yang dilarang yaitu bertepatan di halaman tempat ibadah,” kata dia.

“Kami rasa ini juga ada aturan yang mengatur berkaitan tempat lokasi kampanye di dalam aturan perundangan-undangan mengacu aturan  Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) telah mengatur larangan bagi para peserta Pemilu untuk melakukan kampanye di tempat ibadah,” sambung dia.

Yogi yang memiliki sapaan Nugi ini menyebut penyelenggara pemilu khususnya Bawaslu Kabupaten Bekasi tak punya keberanian dalam menindak tegas peserta pemilu ketika mendapati peserta pemilu dimaksud disinyalir telah  melakukan pelanggaran.

Pasalnya, saat ini kata Nugi kredibilitas Bawaslu selaku lembaga independen yang netral dalam menangani adanya pelanggaran pada pemilu kinerjanya sedang disorot dan dipertanyakan  masyarakat.

“Kalo memang itu dirasakan bersalah, kami minta bawalsu bertindak tegas karena memang hari ini kredibilitas Bawaslu selaku penyelenggara pemilu yang notabenenya netral dan independen sedang disorot masyarakat dan kinerjanya sedang pertanyakan,” katanya.

“Bawaslu ini kan lembaga pengawas dan badan ad-hock. Kalo Bawaslu sebagai pengawas pemilu tidak tegas lantas kita sebagai mahasiswa yang terus mengamati peta politik khususnya di kabupaten Bekasi harus percaya kepada siapa?.” sambungnya.

Ia menyampaikan jika pada kali ini Bawaslu  tidak tegas dalam menangani persoalan pelanggan pemilu, masyarakat kedepan akan bingung harus percaya kepada siapa nantinya ketika pelaksanaan pemilu di andai-andai akan berjalan dengan jujur serta adil.

“Kalo Bawaslu seandainya tidak tegas dalam menangani persoalan pelanggan pemilu lantas kita harus percaya kepada siapa saat pemilu hari ini berlangsung?” imbuhnya.

“Saya rasa kalo Bawaslu tegak lurus hari ini sudah banyak temuan-temuan adanya pelanggaran pada saat pemilu terlebih hari ini sedang berlangsung nya masa kampanye peserta pemilu di Kabupaten Bekasi, Harapan temen-temen mahasiswa Bawaslu ini harus menjalankan peran fungsinya sesuai dengan amanah dan konstitusinya,” tandasnya.

Sementara itu, Adnan Peniliti Sindikasi Pemilu dan Demokrasi, ia menjelaskan dalam mengacu pada PKPU memang dilarang jika tempat ibadah untuk berkampanye sekalipun itu termasuk halaman masjid.

“Di UU Pemilu itu sebenarnya sudah jelas ya, kampanye di tempat ibadah dilarang. Walpun boleh, itupun ketika diundang oleh pihak penanggung jawab tempat ibadah dan tidak memakai atribut kampanye pemilu. Dan yang diundang tidak boleh salah satu peserta pemilu saja,” kata Adnan dalam keterangan tertulis kepada terkenalcoid pada Minggu 14 Januari 2023.

“Terkait dengan luasan tempat ibadah itu sejauh mana, saya pikir seluruh bagian tempat ibadah itu tidak diperbolehkan. Mau di halamannya, pagarnya, temboknya. Makanya Bawaslu perlu memastikan, tempat yang dipakai itu apakah masih termasuk kompleks masjid atau tidak. Kalau termasuk ya harus ditindak,” sambung dia.

Ditempat berbeda, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi pada Bawaslu Kabupaten Bekasi Khoirudin mengaku pihaknya saat ini sedang mendalami adanya dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh peserta pemilu dari kalangan artis tersebut.

“Karena kebetulan ada masyarakat yang datang ke Bawaslu untuk melaporkan adanya dugaan peserta pemilu berkampanye di Masjid. Kami Bawaslu sudah menerima laporan tersebut dan laporan nya sudah masuk,” kata Khoirudin.

Menurutnya adanya dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan peserta pemilu tersebut diketahui  berawal dari adanya laporan pengawasan dari jajarannya ditingkat bawah yakni dari Panwaslu Kecamatan Cikarang Utara.

“Awalnya temuan itu tentunya berada di internal pengawas kita dari bawah. Nah kemarin kita sudah komunikasikan kepada teman-teman dari Panwaslu Kecamatan Cikarang Utara,” kata dia.

Diketahui sebelumnya, Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menemukan adanya dugaan pelanggaran pada Pemilu 2024 yang dilakukan oleh artis tanah air Caleg DPR-RI Dapil 7 Jabar Verrell Bramasta dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Kordiv Hukum, Pencegahan, Partisipatif, dan Hubungan Masyarakat Panwascam Cikarang Utara, Imam Saripudin mengatakan pihaknya terhadap Verrel Bramasta menduga adanya pelanggaran kampanye di halam Masjid setempat.

“Kami Panwascam Cikarang Utara menemukan adanya dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan oleh Caleg DPR RI Verrell Bramasta pada kegiatan yang diadakan pada Minggu (06/01/2024) silam bertepatan di halaman Masjid Al Muhajirin yang terletak di Jln. Kesejahteraan RT 06/01 Desa Karang Baru,” kata Kordiv Hukum, Pencegahan, Partisipatif, dan Hubungan Masyarakat Imam Saripudin diunggah Cikarang Ekspres yang dikutip terkenalcoid pada 13 Januari 2024.

Hingga berita ini diunggah pihak tim Verrel Bramasta belum berhasil dikonfirmasi, redaksi sudah berupaya menghubungi namun belum ada jawaban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup