Perdana Menteri Papua Nugini Umumkan Keadaan Darurat

Kerusuhan pecah di ibu kota Port Moresby pada Rabu malam setelah sekelompok tentara, polisi, dan petugas penjara melakukan protes terhadap pemerintah. Dalam beberapa jam, aksi kekerasan juga merambat ke kota Lae, sekitar 300 kilometer ke utara.

James Marape, Perdana Menteri Papua Nugini, mengumumkan status darurat selama 14 hari di ibu kota Port Moresby pada Kamis, 11 Januari 2024.

Keputusan tersebut diambil setelah 15 orang tewas dalam kerusuhan yang melibatkan penjarahan dan pembakaran toko-toko.

“Lebih dari 1.000 tentara bersiaga untuk turun tangan jika diperlukan berdasarkan keputusan darurat tersebut,” ujar Perdana Menteri James Marape, seperti dikutip AFP.

Kerusuhan pecah di ibu kota Port Moresby pada Rabu malam setelah sekelompok tentara, polisi, dan petugas penjara melakukan protes terhadap pemerintah. Dalam beberapa jam, aksi kekerasan juga merambat ke kota Lae, sekitar 300 kilometer ke utara.

“Hari ini kami menyerukan keadaan darurat selama 14 hari di ibu kota negara kami,” kata Marape.

“Pasukan pertahanan dapat melakukan intervensi pada saat itu untuk mengatasi situasi apa pun yang mungkin timbul di masa depan,” ujar Marape.

Pasukan keamanan sebelumnya telah melakukan protes di dalam parlemen Papua Nugini pada Rabu pagi setelah mengetahui bahwa gaji mereka dipangkas tanpa penjelasan yang memadai.

Meskipun pemerintah Papua Nugini segera berjanji untuk memperbaiki kesalahan penggajian tersebut, hal tersebut tidak berhasil meredakan ketidakpuasan warga sipil yang turut terlibat dalam kerusuhan.

Marape juga mengumumkan pemecatan selama 14 hari terhadap empat kepala departemen yang terlibat dalam masalah penggajian, termasuk komisaris polisi serta kepala departemen personalia, keuangan, dan perbendaharaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup