Fluktuatif Ormawa

Degradasi beberapa ormawa internal kampus tak lepas dari peran kampus dan para pengurus.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang memiliki tugas dan fungsi untuk menampung dan menyalurkan aspirasi mahasiswa di lingkungan kampus sekaligus menjadi jembatan komunikasi antar ormawa dan sivitas akademik terasa prematur dalam menjalankan amanahnya.

BEM Fakultas Teknik dua kali gagal Pemira, keputusan dihasilkan secara sepihak dan melanggar POK Kampus. ( Bab V Pasal 5.3 Tentang syarat pendirian organisasi )

BEM Fakultas Agama Islam laksana tanah subur tanpa tanaman, cawe cawe dosen ikut mewarnai dalam MUSMA yang harus melanjutkan MUSMA tanpa LPJ yang juga melanggar POK Kampus ( Bab V Huruf F poin 11 Membuat Laporan Pertanggung jawaban secara tertulis diakhir masa jabatan )

BEM Fakultas Ekonomi Bisnis yang sangat eksis dimasanya seakan kini hilang arah. Dinamika berkepanjangan membuat BEM FEB kehilangan marwah sebagai organisasi tertinggi tingkat fakultas, dalam akhir kepengurusannya MUSMA yang dilaksanakan dua kali mundur dari jadwal yang ditentukan tanpa ada informasi konkrit kecuali kata “Maaf ?”

BEM Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora. BEM yang berumur jagung ini pun berhasil membawa perwajahan baru ditingkat fakultas mereka berhasil mewujudkan tugas dan fungsi eksekutif, mereka pun fast respon dalam menanggapi isu isu nasional, sayangnya untuk persoalan yang terjadi di lingkungan kampus mereka tidak terlihat atau sekalipun untuk sekedar memberikan pemahaman terkait produk hukum di lingkungan kampus.

https://www.instagram.com/p/C1TRDDSvTkB/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup