Simak! Ini Niat Puasa Rajab 2024 Lengkap Beserta Artinya

Ilustrasi.

Rajab merupakan bulan ketujuh dalam penanggalan Hijriah dan menjadi salah satu bulan yang istimewa. Bulan tersebut termasuk dari salah satu bulan haram, yakni bulan yang diharamkan untuk berperang bagi kaum muslimin.

Rajab merupakan salah satu bulan yang istimewa. Selama bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan amal ibadah, termasuk berpuasa sunah Rajab.

Ketika memasuki Rajab, Umat Islam bersiap melaksanakan berbagai jenis ibadah. Selain itu, datangnya bulan Rajab sering dihubungkan dengan persiapan menyambut bulan suci Ramadan.

Berikut keutamaan, amalan, jadwal, dan niat puasa di bulan Rajab dikutip dari berbagai sumber, Jumat (12/01/2024).

Keutamaan Rajab
Keutamaan Rajab telah disebutkan dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 36. Dalam ayat ini, Allah SWT menyampaikan tentang bulan-bulan yang dimuliakan.

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةًۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah SWT adalah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah SWT pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram (untuk perang). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah SWT beserta orang-orang yang takwa”. (QS At Taubah:36)

Selain Al-Qur’an, terdapat hadis Rasulullah SAW tentang keutamaan bulan Rajab, yaitu:

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

“Sesungguhnya zaman berputar sebagaimana kondisinya, ketika Allah SWT menciptakan langit dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan, di antaranya empat bulan haram. Tiga bulan berturut-turut Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan satu bulan antara Jumadil Akhir dan Sya’ban”, (HR Bukhari dan Muslim).

Imam Qurtubi dalam tafsirnya mengenai Surah At-Taubah ayat 36 menyatakan bahwa mereka yang melakukan dosa atau menzalimi diri sendiri selama empat bulan haram ini akan mendapatkan dosa yang berlipat ganda. Sebaliknya, bagi mereka yang berperilaku baik, akan mendapat pahala yang berlipat ganda pula.

Amalan Puasa Rajab
Ada beberapa amalan yang dapat dilakukan selama bulan Rajab agar mendapatkan pahala yang berlipat ganda, yaitu puasa sunah, membaca Al-Qur’an, melakukan ibadah di malam hari (qiyamullail), berzikir, bersedekah, dan menjalin silaturahmi.

Di antara banyaknya amalan, salah satu ibadah yang dianjurkan selama Rajab adalah puasa. Menurut Imam Al-Ghazali, keutamaan puasa lebih ditekankan pada hari-hari yang memiliki kemuliaan. Kemuliaan tersebut dapat ditemui pada bulan Dzulhijjah, Muharram, Rajab, dan Sya’ban.

Rasulullah mencontohkan saat memasuki Bulan Rajab, beliau membaca kalimat berikut:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Allahumma baarik lana fi rajaba wasya’bana waballighna ramadhana

Artinya, “Ya Allah, berkahilah kami di Bulan Rajab dan Bulan Sya’ban dan pertemukan kami dengan Bulan Ramadhan” (Kitab Syu’abil Iman lil Hafidz Al Baihaqi juz 5 halaman 348 no 3534).

Puasa Rajab harus dilaksanakan hanya dalam beberapa hari tertentu dan tidak boleh diterapkan selama satu bulan penuh.

Al-Ghazali mencatat bahwa sebagian sahabat Nabi menganggap makruh berpuasa Rajab selama satu bulan penuh karena dianggap mirip dengan puasa bulan Ramadan.

Umat Islam disarankan agar puasa Rajab dilakukan pada hari-hari utama agar mendapatkan pahala yang lebih besar. Contohnya, pada ayyâmul bidh (tanggal 13, 14, dan 15), hari Senin, Kamis, dan Jumat.

Niat Puasa Bulan Rajab
Bagi umat Muslim yang ingin menjalankan puasa Rajab, membaca niat saat waktu sahur dapat dilakukan pada malam Jumat (12/1/2024) atau dini hari Sabtu (13/1/2024).

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى  

Nawaitu shauma Rajaba sunnatan lillâhi ta‘ala.  

Artinya: “Aku berniat puasa Rajab, sunnah karena Allah ta‘âlâ.”

Namun, karena puasa Rajab termasuk dalam kategori puasa sunah, bagi umat Islam yang lupa berniat pada malam harinya, diperbolehkan untuk berniat pada siang harinya, mulai dari pagi hingga sebelum matahari tergelincir (waktu zuhur), selama belum melakukan tindakan yang dapat membatalkan puasa. Berikut niat puasa di siang hari.

  نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى  

Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’i syahri rajaba lillahi ta’ala. 

Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Rajab hari ini, sunnah karena Allah ta’ala.”

Jadwal Bulan Rajab
Berdasarkan kalender Hijriah yang dirilis oleh Kemenag, 1 Rajab 2024 1445 H akan jatuh pada Sabtu, 13 Januari 2023. Berikut jadwal lengkap puasa Rajab 2024 di bawah ini.

1 Rajab 1445 H (Sabtu, 13 Januari 2024)

2 Rajab 1445 H (Minggu, 14 Januari 2024)

3 Rajab 1445 H (Senin, 15 Januari 2024)

4 Rajab 1445 H (Selasa, 16 Januari 2024)

5 Rajab 1445 H (Rabu, 17 Januari 2024)

6 Rajab 1445 H (Kamis, 18 Januari 2024)

7 Rajab 1445 H (Jumat, 19 Januari 2024)

8 Rajab 1445 H (Sabtu, 20 Januari 2024)

9 Rajab 1445 H (Minggu, 21 Januari 2024)

10 Rajab 1445 H (Senin, 22 Januari 2024)

11 Rajab 1445 H (Selasa, Januari 2024)

12 Rajab 1445 H (Rabu, Januari 2024)

13 Rajab 1445 H (Kamis, 25 Januari 2024)

14 Rajab 1445 H (Jumat, Januari 2024)

15 Rajab 1445 H (Sabtu, 27 Januari 2024)

16 Rajab 1445 H (Minggu, 28 Januari 2024)

17 Rajab 1445 H (Senin, 29 Januari 2024)

18 Rajab 1445 H (Selasa, 30 Januari 2024)

19 Rajab 1445 H (Rabu, 31 Januari 2024)

20 Rajab 1445 H (Kamis, 1 Februari 2024)

21 Rajab 1445 H (Jumat, 2 Februari 2024)

22 Rajab 1445 H (Sabtu, 3 Februari 2024)

23 Rajab 1445 H (Minggu, 4 Februari 2024)

24 Rajab 1445 H (Senin, 5 Februari 2024)

25 Rajab 1445 H (Selasa, 6 Februari 2024)

26 Rajab 1445 H (Rabu, 7 Februari 2024)

27 Rajab 1445 H (Kamis, 8 Februari 2024)

28 Rajab 1445 H (Jumat, 9 Februari 2024)

29 Rajab 1445 H (Sabtu, 10 Februari 2024)

Sumber: Beritasatu.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup