Cegah Kanker Pankreas, Ini Penjelasan Dokter

Ilustrasi cegah kanker, FOTO: Superyou

Gaya hidup sedenter adalah gaya hidup yang minim aktivitas fisik atau gerakan. Kebiasaan ini seringkali terkait dengan duduk dalam waktu yang lama tanpa banyak bergerak atau berolahraga. Jika dibiasakan, hal ini bisa memiliki dampak negatif pada kesehatan fisik dan mental.

Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD KGEH MMB FINASIM FACP mengatakan, saat masa dewasa muda disarankan menghindari gaya hidup sedenter untuk dapat mencegah terjadinya penyakit, seperti kanker pankreas.

Ia mengungkapkan, gaya hidup sedenter seakan-akan menjadi tren bagi sebagian orang. Selain itu, makanan yang dikonsumsi pun tinggi lemak dan hal itu dapat berpengaruh terhadap kesehatan fisiknya.

“Anak muda makannya tinggi lemak, misalnya steak, minumnya juga rutin alkohol, merokok juga jadi budaya, lalu obesitas dan seringnya tidak sadar. Itu berisiko terkena kanker pankreas,” terangnya seperti dari laman Antara, Sabtu, (6/1/2024).

Dokter Ari menjelaskan, kanker pankreas pada umumnya berpotensi terjadi pada individu usia 55 tahun ke atas, namun, dengan perkembangan gaya hidup seperti gaya hidup sedenter maka potensi dewasa muda di usia 30-an terkena kanker pankreas juga ikut membesar.

Ia juga  mengungkapkan, pankreas dalam tubuh merupakan kelenjar yang berkaitan erat dengan sistem pencernaan karena fungsinya untuk menghasilkan enzim serta untuk menghasilkan hormon insulin.

Menurutnya, apabila seseorang memiliki gaya hidup sedenter maka organ-organ di dalam tubuh harus bekerja lebih keras untuk melakukan metabolisme, tak terkecuali pankreas.

Dengan fungsinya yang vital sebagai penghasil enzim untuk pencernaan. Kemudian apabila makanan maupun minuman yang dikonsumsi tidak memiliki gizi dan hanya memperberat kinerja pankreas, maka lambat laun akan terjadi masalah kesehatan termasuk salah satunya potensi kanker.

“Secara logika makanan tinggi lemak seperti daging merah membuat kinerja organ-organ tubuh menjadi lebih berat, bila melihat fungsinya pankreas itu menciptakan enzim. Kalau kinerjanya jadi lebih berat artinya bisa menyebabkan masalah, dan bisa sudah ada masalah daging-daging itu sulit tuntas dicerna, akhirnya ada peradangan kronis, lalu jadi polip, dan berujung kanker,” kata Ari.

Sumber: Beritasatu.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup